Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Ahmad Nawawi, Anak Pedagang Daun Pisang Berhasil Raih Gelar Magister Sains

TANGERANG, bratapos.com – Mentari pagi memberikan cahaya kepada setiap insan yang memiliki disiplin, komitmen, integritas, dan kesadaran untuk meraih mimpi. Itulah yang tergambar dalam perjalanan Ahmad Nawawi. Sempat terkendala biaya pendidikan, ia tidak menyerah pada keadaan. Berkat doa orang tua, dukungan keluarga, guru, sahabat, serta semangat pantang menyerah, ia akhirnya berhasil meraih gelar Magister Sains (M.Si).

Tidak semua perjalanan menuju kesuksesan dimulai dari kemewahan. Sebagian justru berawal dari kesederhanaan, perjuangan panjang, dan doa orang tua yang tak pernah putus. Kisah itulah yang tergambar dalam perjalanan hidup Ahmad Nawawi, putra daerah Tangerang yang berhasil mewujudkan impiannya meraih gelar Magister Sains.

BACA JUGA : Marak Proyek Abaikan K3 Dan Transparansi,Rehabilitasi Ruang Kelas Diduga Terindikasi Tindak Korupsi Berjemaah

Lahir di Tangerang pada tahun 1998 dari pasangan keluarga Bapak Teni dan Ibu Ratnasari yang beralamat di Kp. Rijal, RT 02 RW 02, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang. Dengan aktivitas sehari-hari menggantungkan hidup pada usaha berdagang daun pisang, Ahmad Nawawi memahami bahwa pendidikan adalah jalan penting untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Pada *Selasa, 27 Oktober 2026*, perjuangan panjang tersebut mencapai titik penting. Ahmad Nawawi mengikuti prosesi wisuda dan resmi menyandang gelar Magister Sains setelah menyelesaikan pendidikan pascasarjana di *Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang, Program Studi Ilmu Administrasi*. Prosesi wisuda berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.

Menapaki Pendidikan dari SD hingga Perguruan Tinggi

Perjalanan pendidikan Ahmad Nawawi dimulai dari bangku SDN Sukamulya 2. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di MTs dan MA Pondok Pesantren Nurussamawati Wal-Ardhi.

Dengan tekad kuat, ia melanjutkan pendidikan sarjana (S1) di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten.

Perjalanan liku-liku yang dihadapi begitu berat untuk menuju bangku kuliah. Berasal dari keluarga sederhana, biaya pendidikan menjadi tantangan berat.

Di tengah kondisi tersebut, kesempatan hadir melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) dari BAZNAS Provinsi Banten. Ahmad Nawawi menjadi salah satu penerima manfaat program tersebut. Dengan memanfaatkan peluang itu, ia akhirnya berhasil meraih gelar sarjana pada tahun 2021.

Sempat Terkendala Biaya, Namun Tidak Menyerah

Setelah meraih gelar sarjana, Ahmad Nawawi bercita-cita melanjutkan ke jenjang magister. Pada tahun 2021, ia sempat melanjutkan pendidikan pascasarjana di UIN SMH Banten. Namun, keterbatasan biaya membuatnya belum dapat meneruskan studi tersebut.

Meski sempat tertunda, ia tidak mengubur impiannya. Ia tetap menyimpan harapan bahwa suatu hari akan kembali melanjutkan studi.

Dukungan Orang Tua Mengantarkan Gelar Magister

Harapan itu kembali menemukan jalan pada tahun 2024. Berkat doa dan dorongan kedua orang tua serta keluarga, Ahmad Nawawi kembali melanjutkan pendidikan pascasarjana di UNIS Tangerang.

Bagi Ahmad Nawawi, perjuangan orang tuanya sebagai pedagang daun pisang menjadi pengingat arti kerja keras, ketulusan, pengorbanan, dan disiplin.

Akhirnya, pada 27 Oktober 2026, perjuangan itu membuahkan hasil.

“Saya merasa sangat bersyukur atas segala pencapaian ini. Saya menyadari bahwa keberhasilan yang saya raih bukan semata-mata hasil perjuangan saya sendiri, melainkan berkat doa dan dukungan kedua orang tua, keluarga, guru-guru, serta sahabat dan BAZNAS yang selalu memberikan semangat kepada saya. Alhamdulillah, berkat dukungannya, saya dapat mewujudkan mimpi yang selama ini saya impikan dan perjuangkan,” ungkap Ahmad Nawawi.

Ia menambahkan, gelar ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar.

“Bagi saya, gelar ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Saya berharap ilmu yang telah saya peroleh dapat menjadi bekal untuk berkontribusi kepada masyarakat dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” tambahnya.

Dari Keluarga Sederhana, Tumbuh Harapan Masa Depan

Kisah Ahmad Nawawi memperlihatkan bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh kemampuan ekonomi di awal. Ketekunan, kesempatan, dukungan keluarga, dan keberanian untuk bangkit setelah menghadapi hambatan menjadi kunci mencapai cita-cita.

Keberhasilan Ahmad Nawawi diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya dari keluarga sederhana, agar tidak menjadikan keterbatasan ekonomi sebagai alasan kehilangan harapan.

Bagi Ahmad Nawawi, gelar Magister Sains yang kini disandangnya bukan hanya kebanggaan pribadi dan keluarga, melainkan juga pengingat bahwa pendidikan dapat menjadi jalan untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Sidang Febrie Adriansyah Memanas
Next Article
Polisi Sisir Sejumlah Lokasi Kasus Kematian Ibu dan Anak di Madiun, Dugaan Pembakaran hingga Pencacahan Didalami

Related to this topic:

Be the first to write a comment.