Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Rombongan DPRD Buru Tinjau Lokasi Koperasi Perusahaan Tanila Baru Stok File Jalur H Wansait

Namlea || bratapos.com - Rombongan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buru,Maluku melakukan kunjungan kerja ke lokasi tambang Emas Gunung Botak,"Rabu (3/7/2025) .

Lokasi kunjungan di antaranya Stok File Jalur H Wansait Desa Dava, Kecamatan Waelata yang menjadi lokasi Koperasi Produsen Tanila Baru bekerja. 

BACA JUGA : Laporan Dugaan Penyimpangan Dana Desa dan Bantuan Traktor Mencuat, Aparat Diminta Bertindak Tegas dan tangkap pelaku.

Saat rombongan DPRD  bersama Kepala Kejaksaan Negeri Buru, Kasdim 1506/Namlea, Kasat Itelkam Polres Buru dan Kapolsek Waeapo, mendatangi lokasi milik koperasi, terlihat koperasi Tanila Baru suda beroperasi. 

Ketua DPRD Buru Bambang Lang Lang Buana menanyakan kepada salah satu pengurus lapangan Koperasi  Niko Nurlatu, terkait penampungan pembuangan limbah pengolahan, jawab niko bahwa, limba ini akan di jadikan sebagai batu bata nanti. 

Terus di tanya terkait berapa lama koperasi suda beraktivitas , jawabnya baru saja mau pengolahan. 

Wakil ketua DPRD  Jaidunn Saanun juga menanyakan perihal obat apa yang di pakai untuk pengolahan emas, jawab pekerja bawa,Sianida (CN) dan Semen, sama Karbon yang di pakai. 

Jumlah bak yang di buat ada 4 bak rendaman 
Ukuran bak yang di gunakan koperasi yaitu, 12x 25 meter per segi bahkan ada yang lebih besar dari itu,"ungkap teknisi koperasi. 

Selain itu DPRD berharap apabila koperasi suda jalan normal maka harus bak rendaman di ganti jangan pakai terpal tetapi di buat bak permanen  mengunakan semen batu dan pasir. 

Setelah mengunjungi lokasi koperasi rombongan DPRD melakukan pertemuan dengan keluarga besar Nurlatu di kediaman kepala soa Some Nurlatu yang tidak jauh dari lokasi koperasi. 

Dalam pertemuan itu perwakilan keluarga nurlatu Jafar Nurlatu mengatakan bahwa, kami keluarga Nurlatu tidak alergi terhadap investasi, tetapi investasi masuk di satu Daerah tidak boleh memporak porandak sistim sosial.

Karena kata Jafar, suda dua kali mau melakuka  pertemuan mediasi dengan pemerintah provinsi lewat kepala dinas ESDM Provinsi terkait maslah lahan namun di tolak. 

Kita hanya minta satu, yaitu Negara harus hadir dan memberikan rasa adil, karena hak ulayat itu di jamin oleh udang undang. 

Jafar juga dengan tegas menggikatkan pemerintah provinsi kalau mau melakukan penyisiran silakan, namun jangan coba coba masukan koperasi untuk bekerja sebelum masalah kepemilikan lahan di selesaikan dulu. 
Karena kalau koperasi bekerja tanpa legalitas maka itu kerjanya pencuri,"Tegas Jafar. 

Kepala kejaksaan Negeri Buru Andrianus Notanubun, mengatakan keluhan basudara besar Nurlatu akan saya bicarakan dengan pa Bupati. 

Saya juga sepakat bahwa negara harus hadir dan memberikan rasa keadilan kepada masyarakat.hal ini akan kita bicarakan dengan forkopimda untuk bisa sampaikan kepada Gubernur Maluku,"pungkas kajari.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Tidak Di Perhatikan Dinas PU Jalan Berlubang Yang Tergenang Air Menjadi Tempat Pemandian Babi Hutan
Next Article
Warga Kota Madiun, Laporkan Dugaan Korupsi Proyek TPA dan PDAM ke Polda Jatim

Related to this topic:

Be the first to write a comment.