Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Rindu Ibu, Tangis Siswa Sekolah Rakyat Banyuwangi Pecah di Pelukan Bupati Ipuk

BANYUWANGI || Bratapos.com – Momen haru terjadi saat Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Banyuwangi di Desa/Kecamatan Licin, Rabu (10/9/2025) sore. Seorang siswa kelas I SD bernama Naura menangis tersedu-sedu karena merindukan ibunya, hingga akhirnya larut dalam pelukan Bupati Ipuk.

Naura, bocah berusia 6 tahun itu, sudah dua bulan tinggal di asrama Sekolah Rakyat yang berlokasi di Gedung Pendidikan dan Pelatihan PNS. Rasa rindu pada orang tuanya semakin memuncak ketika kelompok paduan suara siswa SMP dan SMA Sekolah Rakyat melantunkan lagu “Ibu” ciptaan Rara Tarmizi yang dipopulerkan Haddad Alwi.

BACA JUGA : Bupati Ipuk Tegaskan Tak Ada Pungutan Saat SPMB 2026, Sekolah Dilarang Jual Seragam dan Buku

“Ibuk… ibuk…,” lirih Naura sambil menangis kencang dalam pelukan Ipuk.

Bupati Ipuk tampak memangku dan terus mengelus pipi serta pundak Naura untuk menenangkannya. Sesekali, Ipuk berusaha menghibur agar bocah itu bisa kembali tersenyum. Namun, bukan hanya Naura yang hanyut dalam kesedihan, puluhan siswa lain juga meneteskan air mata. Bahkan Ipuk sendiri terlihat menitikkan air mata, begitu pula sejumlah kepala OPD yang mendampinginya.

Di hadapan para siswa, Ipuk menegaskan bahwa perjuangan menuntut ilmu memang tidak mudah, namun menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka.

“Kami tahu kalian rindu rumah, rindu orang tua. Itu pasti berat. Tapi percayalah, semua perjuangan yang kalian jalani saat ini akan terbayar di masa depan yang lebih baik. Jadi tetaplah sabar dan semangat belajar, nikmati semua prosesnya,” kata Ipuk dengan suara bergetar.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembelajaran di Sekolah Rakyat berjalan baik. Ipuk datang bersama Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Rama Samtama Putra, serta jajaran Pemkab Banyuwangi.

“Kami ingin melihat langsung perkembangan Sekolah Rakyat Banyuwangi. Kami memastikan seluruh kebutuhan siswa, baik pendidikan maupun kehidupan sehari-hari, dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya.

Sekolah Rakyat Banyuwangi merupakan lembaga pendidikan berbasis asrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Saat ini terdapat 125 siswa, terdiri dari 25 anak SD, 50 SMP, dan 50 SMA. Semua kebutuhan siswa mulai dari pendidikan, makanan, hingga tempat tinggal ditanggung pemerintah.

Bagi para siswa, Sekolah Rakyat menjadi jalan baru untuk meraih mimpi. Hasyiela Zahra, siswa kelas 10 SMA, mengaku bahagia bisa tinggal dan belajar di sana.

“Senang sekali. Di sini semua kebutuhan kami dijamin, mulai makan hingga pendidikan. Kami juga punya banyak teman baru yang rasanya sudah seperti saudara,” ungkap Hasyiela.

Hal senada juga disampaikan Erlangga Frenky, siswa kelas 2 SMP.

“Sekolah ini meringankan beban orang tua karena semua gratis. Selain itu suasananya nyaman dan menyenangkan, banyak teman yang membuat betah,” tuturnya.

Kisah Naura dan kawan-kawan di Sekolah Rakyat Banyuwangi menjadi potret nyata bahwa pendidikan bukan sekadar soal akademik, tetapi juga tentang perjuangan, pengorbanan, dan kasih sayang. 

Tangis rindu seorang bocah kecil sore itu, seakan mengingatkan semua pihak bahwa di balik keberhasilan program pemerintah, ada hati-hati kecil yang berjuang keras demi masa depan. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Rektor ISI Surakarta: Banyuwangi di Bawah Bupati Ipuk Tunjukkan Komitmen Besar pada Seni dan Budaya
Next Article
Kontingen Pramuka Banyuwangi Dilepas Wabup Mujiono Menuju Panggung Prestasi Jawa Timur

Related to this topic:

Be the first to write a comment.