Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Rekaman Telepon Koordinasi Bocor: Ada Ajakan Seragamkan Satu Suara dan Libatkan ASN untuk Tutupi Dugaan Pungli PKL Alun-Alun Batu

Batu || bratapos.com – Tabir gelap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan jual beli lapak di kawasan Alun-Alun Kota Batu kian terkuak lebar. Sebuah fakta mengejutkan menyeruak ke publik setelah bocornya rekaman percakapan telepon berdurasi 3 menit 35 detik yang melibatkan dua perwakilan kelompok pedagang.

Rekaman tersebut mengungkap adanya upaya sistematis untuk menyamakan persepsi alias "bungkam suara" guna menutupi praktik haram yang kini tengah menjadi bidikan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Batu. Ironisnya, nama oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Batu ikut terseret dalam pusaran koordinasi tersebut.

BACA JUGA : Penuh Haru dan Kebanggaan, SDN 03 Manisrejo Kota Madiun Lepas Siswa Kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026

Oknum ASN Disebut-Sebut dalam Pusaran Koordinasi

Dalam rekaman tersebut, perwakilan paguyuban pedagang A mengawali pembicaraan dengan mengaku telah dihubungi oleh seorang oknum ASN Pemkot Batu berinisial (L). Ia meminta agar paguyuban pedagang B memiliki visi yang sama saat berhadapan dengan penegak hukum maupun publik.

Intinya, mereka diminta kompak menyatakan bahwa tidak ada pungutan liar. Segala aliran uang yang terjadi harus diklaim sebagai murni kesepakatan bersama antar pedagang, bukan paksaan atau pungli.

“Saya ditelepon L salah satu ASN soal ini. Kita harus satu suara ya, bilang saja tidak ada pungli. Semua yang berjalan itu cuma kesepakatan bersama saja,” cetus suara dari paguyuban pedagang A dalam rekaman tersebut, Minggu (10/5/2026).

Selain ajakan "satu suara", paguyuban A juga melontarkan narasi seolah-olah isu yang berkembang hanyalah upaya adu domba. Ia bahkan memberikan tekanan halus sekaligus janji manis kepada paguyuban B agar tetap tenang di bawah arahannya.

Paguyuban B Tegas: "Saya Tidak Khawatir!"

Bak api jauh dari panggang, upaya ajakan paguyuban A tersebut justru mendapat respons dingin dari paguyuban pedagang B. Dengan nada santai namun tegas, perwakilan paguyuban B menolak untuk mengikuti skenario "seragam suara" tersebut.

Ia menjelaskan bahwa di kelompoknya, pengelolaan dana dilakukan secara transparan. Uang yang ditarik dari pedagang hanyalah retribusi operasional seperti sampah, kebersihan, air, dan listrik yang didukung dengan bukti administrasi pembukuan yang lengkap.

“Kalau saya sih tenang saja. Di tempat paguyuban saya tidak ada pungli. Semuanya tercatat jelas. Saya juga sudah pernah diperiksa APH (Aparat Penegak Hukum), jadi saya tidak khawatir sama sekali,” tegasnya.

Polres Batu Terus Dalami Kasus

Kasus ini sendiri mencuat setelah sejumlah pedagang melaporkan adanya praktik jual beli lapak di fasilitas umum (badan jalan) dengan nilai yang fantastis. Salah satu korban mengaku telah menyetor uang hingga Rp 8 juta, sementara korban lain menyebut angka Rp 15 juta yang disetor secara tunai dan transfer ke rekening yang diduga milik oknum ketua paguyuban.

Saat ini, Unit Tipikor Satreskrim Polres Batu tengah melakukan penyelidikan mendalam. Pihak kepolisian telah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan, termasuk mendalami keterlibatan oknum ASN berinisial L yang namanya disebut-sebut dalam rekaman tersebut.

Masyarakat Kota Batu kini menunggu keberanian pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya. Praktik penyerobotan fasilitas umum dan dugaan pungli yang terorganisir ini diharapkan segera mendapat sanksi hukum yang tegas demi keadilan bagi para pedagang kecil. (Zen/Art)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Ricuh Pantai Wedi Awu: Diduga Dipicu Lirik Lagu, Polres Malang Tetapkan 4 Tersangka
Next Article
Jejak Pelarian Berakhir, Polres Lumajang Ringkus Tersangka Spesialis Curanmor..!!

Related to this topic:

Be the first to write a comment.