Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Program Makanan Bergizi Gratis di Kota Madiun Mulai Berjalan, Perluasan Dapur Sehat Segera Dilakukan

KOTA MADIUN || Bratapos.com - Program pemberian makanan bergizi secara gratis kini telah diluncurkan di Kota Madiun, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi siswa di wilayah tersebut. 

Meskipun sudah berjalan di satu kecamatan, program ini masih memerlukan perluasan agar dapat menjangkau lebih banyak siswa di seluruh Kota Madiun. 

BACA JUGA : Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Forum Bappeda Jatim 2026, Bahas Strategi Akselerasi Pembangunan Daerah

Menurut Komandan Kodim (Dandim) 0803 Madiun, Letkol Kav Widhi Bayu Sudibyo, saat ini hanya ada satu unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang biasa disebut dapur sehat yang mengcover sekitar 3.011 siswa di 16 sekolah di Kecamatan Manguharjo. Namun, Kota Madiun sebenarnya membutuhkan sekitar 17 unit dapur sehat untuk melayani lebih dari 51 ribu siswa, mulai dari tingkat TK hingga SMA.

"Untuk Kota Madiun sendiri, masih membutuhkan sekitar 16 dapur lagi. Kami berharap proses perluasan bisa segera dilakukan meskipun tidak bisa dilakukan secara instan karena bergantung pada kebijakan pemerintah pusat," ujar Letkol Widhi kepada bratapos.com, Sabtu (25/1/2025) sore.

Ia juga menjelaskan bahwa pembangunan dapur sehat ini akan didasarkan pada pertimbangan geospasial, yang berarti setiap dapur akan melayani area yang telah ditentukan dengan mempertimbangkan jarak antar sekolah. Masing-masing kecamatan akan memiliki titik-titik dapur sehat sesuai dengan kebutuhan dan distribusi wilayah.

Menurutnya, proses ini melibatkan beberapa tahapan mulai dari perencanaan, pemilihan lokasi, pembangunan, hingga operasional dan pendistribusian makanan bergizi. Meskipun begitu, Dandim mengingatkan bahwa program ini membutuhkan waktu dan proses yang tidak instan agar bisa berjalan dengan baik.

Letkol Widhi juga menambahkan, evaluasi akan dilakukan oleh Badan Gizi Nasional dan Kodam untuk memastikan kelancaran program. 

Lebih lanjut, Ia mengimbau masyarakat untuk memberikan dukungan dan tidak terlalu cepat mengkritik, karena program ini sangat mulia dan membutuhkan kesabaran serta kerja keras dalam pelaksanaannya.

"Dalam menjalankan program ini, tentu saja ada tantangan dan proses yang harus dilalui agar bisa memberikan hasil yang maksimal," tandasnya. [jhon mongaz]

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Plt. Bupati Sidoarjo Sidak RTLH Warga Sebatangkara di Desa Gisik Cemandi
Next Article
Erupsi Gunung Ibu Meluluhlatakan Kehidupan Ribuan Warga Halmahera Barat

Related to this topic:

Be the first to write a comment.