PONOROGO II bratapos.com – Bursa kontestasi politik di Kabupaten Ponorogo mulai menghangat. Nama Kepala Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, KRA. Suwendi Wijoyonagoro, S.H., M.Si., kini didorong oleh sejumlah tokoh masyarakat dan kepala desa untuk maju sebagai calon Wakil Bupati (Cawabup) Ponorogo pada pemilihan kepala daerah mendatang.
Aspirasi ini muncul dari para tokoh yang menilai pengalaman Suwendi di tingkat desa sangat relevan untuk dibawa ke tingkat kebijakan kabupaten. Salah satu dukungan konkret datang dari KRT. Dzulhijjah Fajar, S.H., tokoh masyarakat Desa Baosan Kidul, Kecamatan Ngrayun. Tokoh dari wilayah Ponorogo Selatan ini meminta agar nama Suwendi turut dipertimbangkan secara serius dalam bursa pencalonan.
BACA JUGA :
Tanamkan integritas sejak dini,Sebagian Guru SMP Se-Kota Pasuruan Ikuti Edukasi Antikorupsi
"Pengalaman di tingkat desa membuat pemimpin memiliki keterkaitan langsung dengan persoalan riil masyarakat. Mulai dari sektor pertanian, ketahanan pangan, ekonomi, pemberdayaan perempuan, hingga pelayanan publik," ujar perwakilan tokoh masyarakat.
Kedekatan Suwendi dengan Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., juga turut menjadi sorotan di tengah menguatnya dorongan politik ini.
Rekam Jejak Prestasi Desa Paringan
Dorongan para tokoh ini didasarkan pada rekam jejak mentereng Suwendi selama memimpin Desa Paringan. Di bawah kepemimpinannya, pembangunan nonfisik maupun fisik berkembang pesat. Salah satu pencapaian yang fenomenal adalah keberhasilan membangun Balai Desa Paringan tanpa menggunakan anggaran APBDes.
Selain itu, Desa Paringan telah mengoleksi berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya:
Juara I Adhikarya Pangan Nusantara kategori Pemberdayaan Ketahanan Pangan Kabupaten Ponorogo (2019).
Juara I Gapoktan Berprestasi tingkat Jawa Timur (2020) melalui Gapoktan Gemah Ripah.
Juara I Lomba PKK tingkat Kabupaten Ponorogo (2020).
Juara I Lomba Desa dan Kelurahan tingkat Kabupaten Ponorogo (2021).
Juara II Lomba Desa dan Kelurahan tingkat Provinsi Jawa Timur.
Tidak hanya itu, Desa Paringan sukses menjadi desa binaan berbagai instansi nasional dan provinsi. Mulai dari program Desa Migran Produktif (Desmigratif) Kemenaker RI (2017-2021), pengembangan objek wisata POW (Joglo Kesenian dan Tubing Kali Kajar) binaan Kemendesa PDTT (2021-2024), hingga program UMKM bersertifikasi halal bebas boraks binaan BPOM Jatim (2024).
Terbaru pada tahun 2026, Paringan resmi menjadi desa binaan Imigrasi Ponorogo sekaligus menyandang status Desa Cerdas (Smart Village) berbasis teknologi digital dari Kemendesa PDTT. Pada tahun ini pula, program budidaya ikan dan penguatan kelompok perempuan tani terus digenjot untuk ketahanan pangan.
Rangkaian prestasi di sektor pertanian, pariwisata, UMKM, dan pelayanan publik digital inilah yang membuat nama Suwendi bergeser dari ruang lingkup desa menuju percakapan politik tingkat kabupaten. Pengalamannya mengelola desa multimasalah—termasuk pemberdayaan mantan pekerja migran—dinilai menjadi modal kuat untuk membangun Ponorogo.
Kendati dukungan dari akar rumput dan tokoh desa terus mengalir, dorongan ini sejauh ini masih bersifat aspirasi politik. Keputusan final mengenai pengusungan, tiket rekomendasi, maupun koalisi sepenuhnya tetap berada di tangan partai politik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Namun, kehadiran nama KRA. Suwendi Wijoyonagoro dipastikan memberi warna baru dan memperkaya dinamika bursa calon pemimpin di Kabupaten Ponorogo. (Jaya).
Prev Article
Judi Sabung Ayam Disebut Bebas Dekat Mapolsek Rejotangan, Polisi: Mohon Waktu, Nanti Saya Telepon