Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Perjuangan Keras Seorang Pemuda, Dari Buka Kafe Hingga Sukses Jadi Anggota Polisi

BANYUWANGI || Bratapos.com – Perjuangan menjadi anggota POLRI bukan perkara mudah, dibutuhkan perjuangan keras untuk bisa meraihnya. Seperti yang dirasakan M. Rivan Daffa Rusadi, yang kini resmi berdinas di Polresta Banyuwangi.

BACA JUGA : Perkim kota Pasuruan sosialisasikan DED Paket Pekerjaan infrastruktur Permukiman 2026

Menjadi seorang POLISI adalah cita-citanya sejak kecil. Pemuda asal lingkungan Krasak, Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi ini, punya kisah menarik sebelum ia menempuh pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Mojokerto yang kini bergabung dengan Korps Baju cokelat. M.Rivan Daffa Rusadi yang akrab disapa Rivan itu, merupakan anak bungsu dari 2 bersaudara. Sejak kecil, putra dari pasangan almarhum Ahmadi dan almarhumah Rusnani ini ingin berprofesi seperti mendiang sang ayah. Sebelum meninggal dunia pada tahun 2006 silam, sang ayah, Ahmadi, merupakan anggota Polres Banyuwangi. Sepeninggal ayahnya, Rivan tinggal bersama ibu dan kakak perempuannya. "Ibu setiap hari membuka warung makan di depan Hotel Warata,” ucap Rivan. Setelah lulus dari SMAN 1 Glagah tahun 2019, Rivan sempat mengisi waktu kosong (Gap Year) selama kurang lebih 3 tahun, sebelum masuk ke SPN Mojokerto. Sambil mengisi waktu jeda untuk beristirahat dari pendidikan formal, Rivan tertarik membuka usaha kafe kecil-kecilan. Menu kafe yang ditawarkannya pun berupa aneka makanan ringan seperti pisang goreng, kentang goreng, roti bakar, dan menu lainnya yaitu aneka minuman berbahan kopi. Berbekal belajar pada salah satu teman sekolahnya, Rivan memberanikan diri membuka usaha Kafe. Bahkan, ia juga sempat mengikuti program pelatihan Prakerja yang disediakan pemerintah. "Berbekal hasil belajar itulah saya praktikkan untuk membuka kafe sendiri,” ungkapnya. Lebih lanjut, Rivan mengakui dari ide usahanya tersebut didukung penuh oleh mendiang ibunya. Dengan bekal modal yang tidak banyak dan terbatas, berharap dari usaha yang dirintisnya itu bisa membantu perekonomian keluarga. ”Ibu senang sekali waktu saya bilang mau buka kafe. Sekalian ibu bisa jualan makanan di sana,” terangnya. Meskipun sudah membuka kafe dan menjadi tempat jujukan teman-teman sekolahnya, Rivan tak lupa dengan cita-citanya untuk menjadi anggota Polri. ”Buka kafe tidak terlalu lama, sebelum pandemi Covid-19 sudah tutup. Selanjutnya saya fokus belajar untuk persiapan masuk sekolah polisi,” jelasnya. Ditambah lagi untuk biaya belajar hingga pemeriksaan kesehatan didapat dari hasil membuka kafe, serta bantuan dari sang kakak. ”Alhamdulillah, setelah menempuh pendidikan di SPN Mojokerto selama lima bulan, saya ditugaskan di Polda Jatim, lalu pindah ke Polresta Banyuwangi,” bebernya. Sekarang ini, Rivan bertugas di bagian Humas Polresta Banyuwangi. Dan saat ditanya soal keinginannya membuka usaha kafe, Rivan mengaku belum ada pikiran kesana. ”Sebenarnya ingin buka kafe lagi. Tapi, untuk sekarang masih sibuk. Mudah-mudahan nanti bisa membuka kafe lagi,” pungkasnya.   Pewarta : Ruslan AG Editor/Publisher : Shelor
Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Kasus Pembunuhan di Karang Gayam JPU Tuntut Terdakwa 17 Tahun Penjara, Keluarga Korban Minta Hukuman Mati
Next Article
Satgas TMMD Reguler Ke-120 Kodim 0726/Sukoharjo Gelar Karya Bhakti Penghijauan dan Pembersihan pasar

Related to this topic:

Be the first to write a comment.