Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Peragakan 50 Adegan, Terungkap Dalam Rekonstruksi Ada Niat Direncanakan Menghabisi Nyawa Ojol

GRESIK || Bratapos.com. Kejaksaan Negeri Gresik bersama penyidik Polres Gresik melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan terhadap tersangka Syahrama (36), warga Sidoarjo, Rabu (22/10/2025). 

Pelaku nekat membuang jenazah korban yaitu SAC (30), di tepi Jalan Raya Kedamean - Legundi,  Gresik dengan cara dibungkus dengan kardus. 

BACA JUGA : Perkuat SDM Unggul, PN & PA Gresik Gandeng UNTAG Surabaya

Rekonstruksi dilakukan Tim Penyidik Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik bersama Penyidik Pidana Umum (Pidum) Polres Gresik. 

Dalam rekonstruksi tersebut, terlihat jelas niatan tersangka Syahrama membunuh korban SAC (30), seorang driver ojek online (ojol) asal Desa Pecantingan, Sekardangan, Kabupaten Sidoarjo. 

Hal itu mulai saat menagih hutang kepada korban SAC yang tidak kunjung saur. Sehingga, tersangka memanggil korban ke tempat percetakan tempatnya bekerja.

Ketika ditanya oleh Jaksa Nurul Istianah terkait niat mendatangkan korban ke tempat kerja tersangka di Perum Griya Bhayangkara Permai, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo  dan menyiapkan perlengkapan untuk menghabisi nyawa korban.

Mulai perlengkapan, besi pemotong kertas, kayu untuk memukul kepala SAC. Sampai akhirnya, korban tersungkur di depan kamar dan diseret ke dalam kamar. Kemudian, memeriksa denyut nadi pada tangan korban. 

"Kalau denyut nadi masih ada. Apa korban masih anda bekap mulutnya. Iya, agar sampai mati. Sebab, korban sudah luka berdarah pada kepala dan agar tidak berteriak," kata Syahrama, menjawab pertanyaan Jaksa Nurul.

Setelah dipastikan korban SAC tidak bernafas, tersangka mengambil pisau untuk mengambil tas berisi uang Rp 1,100 juta dan 3 buah handphone milik korban. "Tas korban saya ambil pakai pisau. Kemudian, saya duduk di samping korban, untuk mengambil isi tas berupa uang Rp 1.100 Juta dan tiga handphone," imbuhnya. 

Setelah itu, tersangka langsung mengambil tali rafia untuk mengikat tangan dan kaki korban. Kemudian, mengemasnya dengan plastik hitam pembungkus sampah dan kardus.

Selanjutnya, korban memanggil ojek online, untuk membantu mengangkat jasat korban yang telah dikemas dalam kardus. Setelah iru, tersangka membawa jasat korban menggunakan motor untuk membuang jasat di wilayah Kedamean, Gresik. "Jasat korban saya masukkan kardus untuk dibuang jasatnya," katanya. 

Sementara, Kasi Pidum Kejari Gresik, Dr. Bram Prima Putra, S.H. mengatakan, dari rekontruksi tersebut, Jaksa ingin melihat niatan tersangka membunuh korban. 

"Ada 50 adegan dalam rekonstruksi. Niatan tersangka membunuh terlihat dari perlengkapan yang telah disiapkan. Mulai memancing korban datang ke tempat kerja. Kemudian menyiapkan alat pukul, sampai memeriksa denyut nadi korban dan perlengkapan untuk mengemas jasat korban," kata Bram Prima Putra.

Lebih lanjut Bram Prima Putra menambahkan, dari rekontruksi tersebut, akan dirapatkan dan dikoordinasikan dengan penyidik Polres Gresik. "Hasil rekonstruksi ini kita koordinasikan dengan penyidik Polres Gresik untuk proses pelimpahan tersangka beserta barang bukti," katanya. 

Sedangkan Kanit Pidum Resmob Satreskrim Polres Gresik, Ipda Muh. Asyraf Gunawan mengatakan, dari rekontruksi ini untuk membantu Jaksa dalam melihat niatan tersangka membunuh korban. 

"Dari rekontruksi ini, tidak ada adegan yang berubah. Dan Jaksa melihat langsung niatan tersangka membunuh korban. Setelah itu, akan kita rapat koordinasi untuk segera dilimpahkan," kata Asyraf Gunawan. 

Diketahui, warga Kedamean digegerkan dengan penemuan mayat dalam kardus di tepi jalan raya Kedamean, pada Senin 28 Juli 2025. Ternyata, mayat tersebut adalah SAC, driver ojol asal Sidoarjo.

Pewarta Jamal Sintaru

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
KAI Daop 7 Madiun Rayakan Hari Santri Nasional, Dorong Kolaborasi dan Kepedulian terhadap Pondok Pesantren
Next Article
Meriah dan Penuh Makna, Ponpes Adz-Dzikra Banyuwangi Gelar Malam Puncak Hari Santri Nasional 2025

Related to this topic:

Be the first to write a comment.