Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Meriah dan Penuh Makna, Ponpes Adz-Dzikra Banyuwangi Gelar Malam Puncak Hari Santri Nasional 2025

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Pondok Pesantren Adz-Dzikra Banyuwangi sukses menggelar malam puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 dengan penuh kemeriahan dan khidmat. Acara yang berlangsung di Aula Sidqi Maulana, Jalan Kepiting No. 35, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, pada Rabu (22/10/2025) malam itu mengusung tema besar “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.”

Perayaan ini menjadi momentum penting bagi kalangan santri dan pelajar di Banyuwangi untuk mempertegas peran strategis mereka dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan di tengah dinamika global.

BACA JUGA : Bumi Reog Competision 2026 : Atlet PSHW-TM Ponorogo Borong 13 Emas, 11 Perak, 16 Perunggu

Sebelum malam puncak, Ponpes Adz-Dzikra telah menggelar rangkaian kegiatan bertajuk Festival Hari Santri Nasional 2025, yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai lembaga pendidikan se-Kabupaten Banyuwangi.

Beragam lomba edukatif dan religius diadakan, mulai dari Try Out tingkat SMP dan SMA sederajat, Lomba Poster tingkat SD/MI, hingga Lomba Kaligrafi. Para pemenang memperoleh trophy, piagam penghargaan, dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas semangat belajar dan kreativitas santri muda.

Tak hanya itu, digelar pula Forum Group Discussion (FGD) bertema “Resolusi Kedaulatan Santri” dengan menghadirkan narasumber berkompeten dari kalangan akademisi, ulama, dan aktivis pendidikan Islam. Selain itu, Seminar Sosiologi dalam Perspektif Al-Qur’an turut memperkaya wawasan peserta, dilanjutkan dengan Seminar Keagamaan Nasional yang menyoroti peran santri dalam membangun kedaulatan ilmu dan moral bangsa.

 

 

Malam puncak HSN 2025 dibuka dengan penampilan tari kreasi anak-anak TK/PAUD Al-Furqon yang memukau para tamu undangan. Suasana semakin khidmat saat dikumandangkan Lagu Indonesia Raya, disusul penampilan paduan suara siswi SMP Kader yang membawakan Hymne Adz-Dzikra, Mars Adz-Dzikra, dan Mars Hari Santri.

Suasana semakin semarak dengan penayangan video dokumentasi aktivitas ekstrakurikuler santri, menampilkan deretan prestasi dan penghargaan gemilang yang pernah diraih. Tak kalah menarik, para santri juga menampilkan aksi demonstrasi bela diri dari unit Pencak Silat Al-Ahwa, Karate Lemkari Dojo Bhre Wirabumi, hingga Boxing Adz-Dzikra yang memukau para penonton.

Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren Adz-Dzikra, KH. Ir. Achmad Wahyudi, S.H., M.H., menegaskan bahwa peringatan Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum reflektif untuk memperkuat komitmen santri dalam menjaga moralitas bangsa.

“Santri bukan hanya penjaga tradisi keagamaan, tetapi juga agen perubahan sosial. Mereka harus siap mengawal Indonesia menuju peradaban dunia yang berkeadaban, berilmu, dan bermartabat,” ujar KH. Achmad Wahyudi dalam sambutannya.

 

 

Usai sambutan, beliau secara simbolis menyerahkan hadiah bagi para pemenang lomba Try Out tingkat SMP dan SMA, disambut tepuk tangan meriah para peserta dan wali santri yang hadir.

Menariknya, KH. Achmad Wahyudi juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan laporan perkembangan hasil belajar seluruh santri di hadapan para wali santri, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas lembaga pendidikan pesantren.

Dalam laporannya, beliau menegaskan bahwa pendidikan di Adz-Dzikra tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, adab, dan tanggung jawab moral.

“Kami ingin para wali santri mengetahui secara langsung perkembangan anak-anaknya. Di Adz-Dzikra, kami tidak hanya mendidik untuk pandai, tetapi juga membentuk pribadi yang berakhlak, disiplin, dan cinta ilmu. Itulah makna sejati dari santri sebagai pewaris peradaban,” tegas KH. Achmad Wahyudi.

 

 

Acara berlanjut dengan penampilan Hadrah Al-Banjari yang menggema khidmat di seluruh ruangan. Seluruh hadirin serentak berdiri saat Mahallul Qiyam dikumandangkan, dilanjutkan dengan pembacaan ikrar santri sebagai simbol semangat jihad keilmuan, keislaman, dan kebangsaan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Adz-Dzikra, menandai berakhirnya Festival Hari Santri Nasional 2025 dengan suasana penuh keberkahan, haru, dan rasa syukur.

Perayaan ini tidak hanya meneguhkan jati diri santri sebagai penjaga moral bangsa, tetapi juga memperlihatkan bagaimana pesantren mampu menjadi pusat pembentukan karakter, budaya, dan peradaban Islam yang inklusif dan berdaya saing global. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Peragakan 50 Adegan, Terungkap Dalam Rekonstruksi Ada Niat Direncanakan Menghabisi Nyawa Ojol
Next Article
Polresta Banyuwangi Gelar Donor Darah, Wujud Kepedulian Humas Polri di Usia ke-74

Related to this topic:

Be the first to write a comment.