Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Oknum Tak Bertanggung Jawab, Lakukan Pungli Di Warung Janti

PONOROGO II bratapos.com - Banyaknya pemberitaan soal Penutupan hingga pembongkaran warung Janti Di Desa Ngrupit Kecamatan Jenangan, Ponorogo, yang kerap dijadikan tempat praktek prostitusi, Di manfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, bagaimana tidak setiap pemilik warung di minta iuran sebesar Rp.250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah). Dengan di iming - imingi di janjikan warung - warung bisa buka kembali.

Sebut saja Mawar (inisial) yang enggan menyebutkan nama, ia merupakan salah satu pemilik warung yang sudah menyetorkan sejumlah uang kepada oknum yang yang tidak bertanggung jawab. Dari keterangan mawar saat ditemui di warung Janti, menyampaikan,

BACA JUGA : Silpa APBD 2025 Kota Madiun Tembus Rp154 Miliar, DPRD Minta Jadi Evaluasi Serius

" Sudah ada kurang lebih 14 an pemilik warung yang menyetorkan uang tersebut. Yang pertama sebesar Rp.2.000.000,- ( dua juta rupiah ). Dan yang kedua Sebesar Rp. 1.500.000,- ( satu juta lima ratus rupiah ). Total terkumpul Rp. 3.500.000,- ( tiga juta lima ratus rupiah)." Jelas nya. Kamis, (10/07/2025).

Dengan dalih untuk dijanjikan bisa membuka kembali warung, mendengar akan hal itu, pemilik warung juga sangat senang dan segera membayar dengan harapan warung nya bisa buka kembali.

" Ini sudah yang kedua kali nya, dengan janji janji yang sama, kalo memang tidak bisa buka warung, uang dikembalikan, jangan kami dimanfaatkan dalam situasi seperti ini, " Ungkapnya.

Berbanding terbalik dengan pernyataan Pemerintah Desa Ngrupit, Dalam hal ini Suherwan, SH. MH, sebagai Kepala Desa Menegaskan, 

" Kami mendengar informasi itu, tapi yang jelas itu bukan oknum dari Pemerintah Desa atau Perangkat Desa, bisa jadi itu oknum dari luar."Tegasnya. Jumat, (11/07/2025).

Pemerintah Desa Tetap akan berkomitmen untuk tetap menutup dan membongkar bangunan yang ada di pasar Janti.

" Ini sudah berdasarkan Kesepakatan dan keputusan bersama dalam forum masyarakat Desa Ngrupit untuk membongkar Bangunan dan rencananya akan kami alih fungsikan untuk Rest Area." Jelas Suherwan.

Pemerintah Desa juga berupaya bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk mempersiapkan Pembangunan setelah Bangunan itu terbongkar.

" Kami terus berupaya dan sudah Mengajukan Anggaran ke Provinsi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa, Ke Anggota Dewan Pusat Maupun Provinsi. Sambil menunggu pembangunan kembali, sementara warga bisa memanfaatkan lahan itu dengan menggunakan tenda untuk berjualan." Pungkasnya.

Kasus seperti ini juga menjadi alarm bagi warga untuk lebih waspada terhadap oknum yang memanfaatkan situasi sulit demi keuntungan pribadi. Kepala Desa Ngrupit Suherwan menghimbau, warga segera melapor ke pihak berwenang jika ada yang mengatasnamakan Desa atau Lembaga resmi untuk urusan Pasar Janti. (Jaya).

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Jalan Jalur Dari Utara Menuju Wisata Telaga Ngebel Ditutup Total Selama 90 Hari Ke Depan
Next Article
Keren," Proyek Tanpa Papan Informasi Desa Pacangga'an Ternyata Dana Desa

Related to this topic:

Be the first to write a comment.