Kota Madiun || Bratapos.com - Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Madiun menggelar pertemuan dengan perwakilan cabang olahraga (Cabor) di kantor KONI Kota Madiun pada Jumat (28/3/2025).
Dalam pertemuan tersebut, KONI memberikan pengarahan terkait tahapan persiapan yang harus dilalui oleh setiap Cabor sebelum ajang tersebut berlangsung pada Juni 2025 di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.
BACA JUGA :
El Zeds FC Juara 1 Soeratin CUP U13 Kecamatan Kelapa Dua Siap Dukung
Ketua KONI Kota Madiun, Tatok Raya, menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan Kota Madiun dalam menghadapi kompetisi olahraga tingkat provinsi tersebut. Salah satu poin utama yang dibahas adalah mekanisme seleksi atlet yang akan diterjunkan ke Porprov 2025.
“Kami akan menerjunkan atlet dari 39 cabang olahraga dari total 46 Cabor yang ada di Kota Madiun. Namun, untuk menentukan siapa saja yang akan mewakili daerah ini, setiap Cabor harus melalui tahapan seleksi yang ketat,” ujar Tatok Raya.
Menurutnya, dalam proses seleksi, KONI menerapkan dua tahapan utama, yakni long list dan short list.
Long List – Pada tahap ini, setiap Cabor mengajukan daftar atlet potensial yang memiliki peluang untuk berlaga di Porprov 2025. Para atlet yang masuk dalam daftar ini akan menjalani berbagai tes, baik dari segi fisik, teknik, maupun mental.
Short List – Setelah melalui tahapan awal, atlet yang dinilai memenuhi standar akan masuk dalam daftar pendek. Atlet yang lolos seleksi ini akan menjalani program latihan intensif serta uji coba sebelum akhirnya dipastikan berangkat ke ajang Porprov.
Tatok Raya, juga menambahkan bahwa selain seleksi atlet, setiap cabang olahraga juga diwajibkan untuk mempresentasikan visi, misi, serta kesiapan mereka dalam menghadapi kompetisi. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap Cabor memiliki strategi dan program latihan yang terarah dalam meningkatkan performa atletnya.
Lebih jauh, ia juga menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut, KONI Kota Madiun juga menyoroti pentingnya kesiapan dari segi teknis dan non-teknis. Dari sisi teknis, KONI menekankan bahwa setiap Cabor harus mempersiapkan program latihan yang terstruktur serta menyesuaikan strategi berdasarkan hasil evaluasi dari kompetisi sebelumnya.
“Kami ingin memastikan bahwa atlet-atlet yang terpilih benar-benar siap bertanding. Oleh karena itu, program latihan harus disusun dengan baik dan didukung oleh pelatih yang kompeten,” jelas Tatok Raya.
Selain itu, aspek non-teknis seperti mental bertanding, pola makan, serta manajemen cedera juga menjadi perhatian utama. KONI Kota Madiun akan bekerja sama dengan tim medis dan ahli gizi untuk memastikan bahwa atlet mendapatkan dukungan penuh dalam menjaga kondisi fisik dan mental mereka menjelang pertandingan.
“Kami berharap dengan persiapan yang matang, atlet-atlet Kota Madiun bisa bersaing dengan daerah lain dan membawa pulang lebih banyak medali. Ini bukan hanya soal bertanding, tetapi juga soal membawa nama baik Kota Madiun di tingkat provinsi,” pungkas Tatok Raya.
Dengan semangat dan kerja sama antara KONI, pelatih, serta para atlet, Kota Madiun optimistis dapat tampil maksimal di Porprov 2025. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah daerah, juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan target tersebut. (Jhon Mongaz)
Prev Article
Rutan Magetan Gelar Razia Kamar Napi Jelang Lebaran, Pastikan Keamanan dan Ketertiban
Next Article
Opini: Revisi UU TNI 2004 – Antara Kebutuhan dan Tantang