Madiun || Bratapos.com – Kondisi Sekolah Luar Biasa (SLB) Pancaran Kasih Kedungrejo, yang terletak di Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, semakin memprihatinkan. Bangunan sekolah yang seharusnya menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak berkebutuhan khusus ini justru berada dalam kondisi yang jauh dari layak.
Bahkan terlihat beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan cukup parah, seperti atap yang mulai lapuk dan berlubang, tembok yang retak, serta fasilitas pendukung lainnya yang tidak memadai untuk kegiatan belajar-mengajar.
BACA JUGA :
Pembangunan Irigasi Desa Terungwetan Disorot, Nilai Kontrak Tak Dicantumkan di Papan Proyek, Dugaan Pelanggaran Transparansi Mengemuka
Situasi ini tentu sangat mengkhawatirkan, mengingat SLB Pancaran Kasih adalah tempat bagi siswa-siswa dengan kebutuhan khusus yang seharusnya mendapatkan perhatian lebih dalam hal kenyamanan dan keamanan saat belajar.
Namun, realitas yang terjadi di SLB Pancaran Kasih Kedungrejo tersebut justru sebaliknya. Hingga kini, belum ada langkah nyata dari pemerintah daerah maupun dinas terkait untuk melakukan perbaikan terhadap gedung sekolah tersebut.
Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Kepala Desa Kedungrejo, Suyadi. Ia mengungkapkan rasa prihatinnya terhadap situasi sekolah yang dinilai sudah tidak layak untuk digunakan sebagai tempat belajar.
Menurutnya, anak-anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di SLB Pancaran Kasih Kedungrejo berhak mendapatkan fasilitas yang memadai, sebagaimana sekolah-sekolah lain yang diperhatikan oleh pemerintah.
"Sebagai Kepala Desa, saya merasa bertanggung jawab terhadap kondisi bangunan sekolah ini. Saya sangat prihatin dan kasihan melihat anak-anak SLB yang harus belajar dalam kondisi seperti ini. Gedung yang rusak tentu bisa membahayakan keselamatan mereka. Kami berharap dinas terkait segera merespons keluhan kami dan melakukan perbaikan secepatnya," ujar Suyadi kepada bratapos.com, Minggu (8/3/2025)
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihak Desa sebenarnya sudah pernah menyampaikan keluhan ini. Bahkan, sekitar satu tahun yang lalu, telah diadakan rapat khusus yang membahas perbaikan gedung SLB Kedungrejo. Rapat tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun serta beberapa pejabat dari instansi terkait lainnya. Dalam pertemuan tersebut, pihak pemerintah daerah sempat berjanji akan segera melakukan perbaikan gedung sekolah agar lebih layak bagi siswa.
Namun, hingga saat ini, janji tersebut belum juga terealisasi. Kondisi bangunan justru semakin memburuk karena faktor cuaca dan kurangnya perawatan. Suyadi pun merasa kecewa karena tidak adanya tindak lanjut dari pembahasan yang sudah dilakukan.
"Kami sudah pernah membahas ini dalam rapat resmi bersama dinas terkait, tetapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata. Ini sangat disayangkan karena sekolah ini adalah satu-satunya tempat belajar bagi anak-anak berkebutuhan khusus bukan dari Desa kami saja bahkan dari Kabupaten Ngawi juga ada. Disini kami berharap ada perhatian lebih dari Dinas Terkait agar segera merealisasikan perbaikan yang dijanjikan," tambahnya.
Keprihatinan tidak hanya datang dari pihak desa, tetapi juga dari masyarakat sekitar yang turut merasa sedih melihat kondisi SLB Kedungrejo yang semakin tak terawat. Banyak warga yang berharap agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki bangunan sekolah tersebut.
Prev Article
AKBP Lilik Ardiansyah Terima Silaturahmi Kemenag Kabupaten Purwakarta untuk Memperkuat Sinergitas
Next Article
Dugaan Penjualan Tanah Uruk dari Proyek Embung di Desa Besah, Kepala Desa Berikan Klarifikasi