Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Gebrakan Wisata Madiun Utara, Lewat Event Off-Road Jelajah Kampung Pesilat W-MOR

Madiun || Bratapos.com - Dentuman mesin, semburan lumpur, dan sorak sorai peserta menjadi pemandangan seru dalam gelaran perdana event off-road bertajuk “Jelajah Kampung Pesilat W-MOR”, Sabtu (5/7/2025). Acara ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-457 Kabupaten Madiun dan Hari Bhayangkara ke-79, sekaligus sebagai tonggak awal promosi wisata dan investasi di wilayah utara Kabupaten Madiun.

 

BACA JUGA : Bumi Reog Competision 2026 : Atlet PSHW-TM Ponorogo Borong 13 Emas, 11 Perak, 16 Perunggu

Event spektakuler ini berlangsung di lereng Gunung Pandan, Kecamatan Pilangkenceng, wilayah yang selama ini belum banyak tersentuh event pariwisata skala nasional. Lebih dari 200 offroader dari berbagai kota besar seperti Bekasi, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Banyuwangi, hingga Jember ikut ambil bagian dalam menjajal lintasan ekstrem yang membelah desa-desa terpencil.

 

Acara dibuka dengan atraksi pencak silat, sebagai representasi budaya lokal Kabupaten Madiun yang dikenal sebagai “Kampung Pesilat”. Hadir pula jajaran Forkopimda secara lengkap, mulai dari Bupati Madiun Hari Wuryanto, Kapolres AKBP Zainur Rofik, Dandim 0803/Madiun, Kajari, Danlanud Iswahjudi, Ketua DPRD, hingga para pimpinan OPD.

 

“Ini adalah event perdana, dan antusiasmenya luar biasa. Tahun ini 200 peserta, tahun depan saya targetkan 500. Ini bentuk nyata kolaborasi antara Pemkab Madiun dan Polres, serta komitmen kami untuk membuka potensi wilayah utara, khususnya Gunung Pandan,” ujar Bupati Madiun Hari Wuryanto.

 

Bupati menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan semata ajang uji nyali, tetapi juga memiliki misi strategis, menggairahkan sektor pariwisata dan menarik minat investasi ke wilayah utara.

 

“Selama ini kita fokus mengembangkan wisata di wilayah selatan. Sekarang saatnya utara unjuk gigi. Kita punya destinasi luar biasa seperti Gunung Pandan, Pancur Pitu, hingga paralayang Klangon. Tinggal kita kemas dan promosikan dengan serius,” tambahnya.

 

Bupati Hari Wuryanto optimistis, promosi massif akan membawa dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat, terutama pelaku UMKM dan sektor pendukung lainnya.

 

“Semoga ini menjadi awal dari lompatan besar. Kami minta dukungan semua pihak, termasuk media, untuk membantu mem-blow up potensi ini. Mari jadikan Madiun bukan hanya dilirik, tetapi juga disinggahi, dinikmati, dan diinvestasikan,” tegas Bupati.

 

Sementara itu, menurut Ketua Penyelenggara, Dwi Putro Raharjo, peserta menjajal tiga jalur berbeda: jalur ekstrem A dan B, serta jalur fun 4x4, dengan total 217 offroader. Rute yang ditempuh menyusuri empat desa: Gandul, Kenongorejo, Bulu, dan Duren di Kecamatan Pilangkenceng. Medan yang menantang dan pemandangan alami yang indah menjadi daya tarik utama.

 

Selain itu, malam harinya seluruh peserta bermalam di kawasan Kedungbrubus, salah satu lokasi wisata yang mulai kehilangan pamor. 

 

“Kami sengaja arahkan kemah di Kedungbrubus, agar eksistensinya kembali terangkat,” ujar Dwi.

 

Ia juga menjelaskan bahwa selain menantang medan berat, para offroader juga menunjukkan kepedulian sosial. Di Desa Kebonduren, kawasan rawan banjir, peserta membagikan 300 paket sembako dan bibit pohon mangga serta alpukat kepada warga.

 

“Kami ingin menunjukkan bahwa komunitas offroader tidak hanya mengandalkan adrenalin, tetapi juga punya kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” jelas Dwi Putro.

 

Dilokasi yang sama Kapolres Madiun AKBP Zainur Rofik mengatakan sangat mengapresiasi terhadap event tersebut. Ia juga menyebut bahwa sinergi antara Polres, Pemkab, dan komunitas off-road berhasil menciptakan kegiatan positif yang memperkuat tali silaturahmi, memajukan wisata, sekaligus membangun solidaritas antardaerah.

 

“Ini adalah kegiatan luar biasa yang layak menjadi agenda tahunan. Kami akan terus mendukung agar Kabupaten Madiun dikenal luas, bukan hanya sebagai Kampung Pesilat, tetapi juga destinasi wisata dan sport tourism,” ungkap Kapolres. (Jhon Mongaz)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Investor Australia Rugi Miliaran Rupiah Tersandung Tipu Daya Perjanjian Nominee
Next Article
Kapolres Madiun Siagakan Personel Amankan Suran Agung 2025, Fokus Humanis dan Lalu Lintas

Related to this topic:

Be the first to write a comment.