Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Gandrung Sewu 2025 Bawa Berkah Ekonomi, Pedagang Banyuwangi Panen Rezeki

BANYUWANGI, BRATAPOS.com — Ribuan penari yang tengah berlatih untuk pergelaran Gandrung Sewu 2025 di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, tak hanya memukau dengan gerakan khas dan semangat mereka. Di balik gegap gempita latihan akbar itu, denyut ekonomi warga kecil juga ikut berputar kencang. Lapangan di sekitar stadion berubah menjadi pasar dadakan yang ramai, penuh warna, dan penuh rezeki.

Sejak latihan gabungan pertama pada Sabtu (11/10/2025), ratusan pedagang kaki lima tampak memadati area sekitar. Mereka menjajakan aneka makanan dan minuman, dari gorengan hingga es segar, yang laris diserbu peserta dan penonton latihan. Lonjakan pengunjung membuat omzet mereka naik signifikan dibanding hari-hari biasa.

BACA JUGA : HUT ke-81 TNI, BPP PERADIN: TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat

Salah satu pedagang, Indri, warga Kelurahan Sobo, mengaku sangat merasakan dampak positif dari kegiatan budaya tahunan ini.

“Saya sangat bersyukur dengan adanya latihan Gandrung Sewu. Dagangan saya laku keras, jauh di atas hari biasa,” ujar Indri dengan senyum lebar.

Ia mengaku, pada latihan gabungan pertama, hasil penjualannya melonjak tajam, bahkan lebih tinggi dibanding latihan kedua. Meski demikian, ia tetap bersyukur dan bertekad terus berjualan setiap kali latihan digelar.

“Sedikit banyaknya tetap saya syukuri. Yang penting ada rezeki dan suasananya ramai,” ungkapnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa Gandrung Sewu bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan juga mesin penggerak ekonomi rakyat. Para pedagang kecil, penjual minuman, hingga penyedia jasa parkir turut menikmati dampak ekonomi dari kegiatan yang menjadi ikon budaya Banyuwangi itu.

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Taufik Rohman, mengakui langsung geliat ekonomi yang terjadi. Ia menilai, antusiasme masyarakat dan banyaknya pelaku usaha kecil yang berjualan merupakan bukti nyata bagaimana sektor budaya dapat menjadi penopang ekonomi lokal.

“Saya melihat sendiri, area Stadion Diponegoro penuh dengan pelapak yang menggelar dagangannya. Ini momen bagus yang harus dimanfaatkan oleh pelaku kreatif dan UMKM Banyuwangi,” ujar Taufik kepada Bratapos.com, Senin (13/10/2025).

Menurutnya, sinergi antara seni, budaya, dan ekonomi perlu terus dikembangkan. Kegiatan seperti Gandrung Sewu tidak hanya berperan melestarikan warisan budaya, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi rakyat yang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan adanya latihan gabungan ini, warga Banyuwangi tidak hanya menjadi penonton, tapi juga bagian dari mata rantai ekonomi yang saling menguatkan. Pedagang mendapat rezeki, peserta latihan terlayani, dan masyarakat menikmati suasana hidup yang penuh kebersamaan,” pungkas Taufik.

Gandrung Sewu 2025 kembali membuktikan, di Banyuwangi, budaya bukan hanya panggung hiburan tapi juga pangkal kesejahteraan. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
BPJS Kesehatan Banyuwangi Dorong Kepatuhan Badan Usaha Lewat Satya JKN Awards 2025
Next Article
Lanal Banyuwangi Tanam Ribuan Mangrove dan Cemara di Pulau Tabuhan, Teguhkan Komitmen Jaga Ekosistem Laut

Related to this topic:

Be the first to write a comment.