BANYUWANGI, BRATAPOS.com — BPJS Kesehatan terus mengukuhkan komitmennya dalam memastikan seluruh pekerja di Indonesia memperoleh perlindungan kesehatan yang layak. Melalui ajang “Satya JKN Awards 2025”, lembaga tersebut memberikan apresiasi kepada Badan Usaha (BU) yang menunjukkan kinerja terbaik dalam kepatuhan, kejujuran, dan ketulusan melindungi tenaga kerja melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Semangat Satya yang bermakna kejujuran dan pengabdian tulus, menjadi nilai utama dalam penghargaan ini. Tak terkecuali di wilayah Banyuwangi dan Situbondo, ratusan Badan Usaha dinilai konsisten memegang teguh semangat tersebut dalam pelaksanaan kewajiban perlindungan pekerjanya.
BACA JUGA :
HUT ke-81 TNI, BPP PERADIN: TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat
Pejabat Pengganti Sementara (PPS) Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi, Haidiar Zulmi Farensi, menyebutkan bahwa Satya JKN Awards bukan sekadar ajang penghargaan, tetapi benchmark nasional bagi tingkat kepatuhan Badan Usaha di seluruh Indonesia.
“Filosofi Satya JKN Awards menegaskan bahwa patuh membayar iuran dan mendaftarkan pekerja bukan karena paksaan, melainkan karena kesadaran. Kesadaran bahwa kejujuran dan ketulusan akan membawa perlindungan nyata bagi pekerja dan keluarganya. Nilai inilah yang kami lihat tumbuh di Banyuwangi dan Situbondo,” ujar pria yang akrab disapa Farensi itu, Selasa (14/10/2025).
Hingga Oktober 2025, capaian kepesertaan JKN di wilayah Banyuwangi dan Situbondo telah mencapai lebih dari 93 persen dari total penduduk. Dari jumlah itu, sebanyak 127.511 jiwa merupakan pekerja beserta anggota keluarganya yang terdaftar melalui sektor Badan Usaha.
BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi, lanjut Farensi, terus memperkuat fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap Badan Usaha, terutama di sektor-sektor strategis seperti industri pengolahan hasil laut, perkebunan, dan pariwisata.
“Kepatuhan mereka menjadi penentu utama perlindungan ribuan pekerja di sektor formal dan informal. Kami melakukan pemantauan rutin terhadap kepatuhan pendaftaran peserta, pelaporan upah, hingga keakuratan data pekerja yang dilaporkan,” terangnya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan sinkronisasi data antara BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan tidak ada pekerja yang terlewat dari perlindungan jaminan sosial.
Farensi menegaskan bahwa di era digital, BPJS Kesehatan mendorong seluruh Badan Usaha untuk memanfaatkan teknologi melalui aplikasi EDABU (Elektronik Data Badan Usaha).
“Aplikasi ini memudahkan perusahaan dalam mengelola data kepesertaan secara mandiri dan real-time. Pemanfaatannya juga menjadi salah satu indikator penilaian dalam Satya JKN Awards,” jelasnya.
Tak hanya itu, BPJS Kesehatan juga mengapresiasi perusahaan yang berkontribusi dalam program donasi dan tanggung jawab sosial (CSR) yang mendukung keberlanjutan Program JKN sebagai sistem gotong royong terbesar di dunia.
“Tujuan kami bukan sekadar menindak pelanggaran, tapi membangun budaya sadar dan patuh. Kami ingin semakin banyak Badan Usaha di Banyuwangi dan Situbondo yang menginternalisasi semangat Satya, menjadikan kepatuhan sebagai budaya perusahaan,” tegasnya.
Menurutnya, kepatuhan bukan hanya pada rutinitas pembayaran iuran, melainkan juga keakuratan pelaporan upah dan kebenaran data peserta, yang menjadi pondasi keadilan bagi seluruh pekerja.
Haidiar Zulmi Farensi, menutup dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan yang telah konsisten menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan regulasi turunannya.
“Terima kasih kepada perusahaan yang telah patuh dan berkomitmen memberikan perlindungan bagi pekerja dan keluarganya. Kepatuhan ini memastikan pekerja mendapatkan hak kesehatan yang layak sejak hari pertama bekerja,” tutupnya.
Dengan komitmen kolektif dari Badan Usaha di Banyuwangi dan Situbondo, BPJS Kesehatan optimistis keberlanjutan Program JKN akan semakin kuat, menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong bangsa Indonesia tetap hidup dan berkembang demi kesejahteraan bersama. (rag/bp-bwi)
Prev Article
Ratusan Pelaku Industri Udang Nasional Berkumpul di Banyuwangi, Bahas Strategi Ekspor ke Amerika Serikat
Next Article
Gandrung Sewu 2025 Bawa Berkah Ekonomi, Pedagang Banyuwangi Panen Rezeki