Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Ratusan Pelaku Industri Udang Nasional Berkumpul di Banyuwangi, Bahas Strategi Ekspor ke Amerika Serikat

BANYUWANGI, BRATAPOS.com — Ratusan pelaku industri udang dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Banyuwangi dalam ajang Shrimp Fair 2025, yang digelar selama tiga hari, 14–16 Oktober. Forum nasional ini menjadi ruang strategis bagi pengusaha, pembudidaya, dan pelaku industri perudangan untuk membahas arah dan tantangan ekspor komoditas unggulan Indonesia, terutama ke pasar Amerika Serikat (AS).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Shrimp Club Indonesia (SCI) tersebut menghadirkan para stakeholder industri udang dari Sumatera, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB). 

BACA JUGA : HUT ke-81 TNI, BPP PERADIN: TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat

Selain menjadi ajang konsolidasi nasional, forum ini juga diharapkan menjadi momentum penguatan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi dalam menjaga daya saing udang Indonesia di pasar global.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan forum tersebut. Ia menegaskan, Banyuwangi memiliki potensi besar untuk menjadi episentrum industri udang nasional mengingat wilayahnya merupakan salah satu sentra produksi udang terbesar di Indonesia.

“Forum ini menjadi momentum penting untuk saling menguatkan. Ketika pelaku usaha duduk bersama, persoalan dapat diselesaikan secara kolektif. Semoga forum ini dapat menjadi langkah nyata untuk menjaga stabilitas ekspor udang ke Amerika Serikat,” ujar Bupati Ipuk, Selasa (14/10/2025).

Salah satu isu utama yang mengemuka dalam forum adalah pengetatan kebijakan impor oleh otoritas Amerika Serikat, menyusul temuan paparan radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di salah satu Unit Pengolahan Ikan (UPI) di kawasan industri Cikande, Serang, Banten. Temuan tersebut sempat berdampak terhadap ekspor udang Indonesia ke Negeri Paman Sam.

Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Supito, menegaskan bahwa temuan itu bersifat lokal dan tidak terkait dengan kegiatan budidaya di wilayah lain.

“Secara teknis, paparan radioaktif hanya ditemukan di satu lokasi UPI Cikande. Di luar kawasan itu, seluruh unit pengolahan dan lokasi budidaya dipastikan aman,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan langkah mitigatif melalui penerapan standar sertifikasi bebas radioaktif yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapetan).

“Ekspor ke Amerika tetap terbuka. Hanya satu UPI yang masuk daftar merah (red list), sementara daerah lain bisa tetap ekspor asalkan memenuhi persyaratan sertifikat bebas radioaktif dari Bapetan,” tegas Supito.

Langkah cepat pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan dinilai krusial dalam menjaga kepercayaan pasar internasional. Dengan penerapan SOP ketat dan peningkatan sistem pengawasan mutu, pelaku industri optimistis ekspor udang Indonesia segera kembali normal.

Dewan Penasehat Shrimp Club Indonesia (SCI) Banyuwangi, Hardi Pitoyo, menilai forum ini bukan sekadar ruang diskusi, melainkan wadah untuk melahirkan inovasi dan gagasan baru dalam membangun ekosistem industri perudangan nasional yang berkelanjutan.

“Dinamika usaha memang tidak bisa dihindari. Yang penting adalah bagaimana kita mampu beradaptasi, mengantisipasi tantangan, dan menemukan solusi terbaik bersama,” ujar Hardi.

Selain seminar dan forum diskusi, Shrimp Fair 2025 juga menampilkan pameran teknologi perudangan, mulai dari inovasi sistem tambak modern, alat ukur kualitas air, hingga produk pakan dan benur unggulan. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan transfer teknologi antar pelaku industri.

Dengan diselenggarakannya forum ini di Banyuwangi, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa tersebut kian menegaskan posisinya sebagai salah satu lokomotif utama sektor perikanan dan budidaya udang nasional. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Sidang Pembacaan Pledoi Adhienata Putra Deva Asisten Surveyor BPN Gresik Diwarnai Isak Tangis Dari Penasehat Hukumnya
Next Article
BPJS Kesehatan Banyuwangi Dorong Kepatuhan Badan Usaha Lewat Satya JKN Awards 2025

Related to this topic:

Be the first to write a comment.