Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Dosen FKIP Unram Gempur Keterbatasan Guru: Kurikulum Merdeka Tak Cukup Teori, Harus Deep Learning & TPACK

LOMBOK TENGAH||bratapos.com--Kurikulum Merdeka masih jadi tantangan di level tapak. Tidak sedikit guru masih kesulitan menerjemahkan regulasi kurikulum menjadi praktik pembelajaran yang bermakna di kelas.

Menjawab persoalan itu, Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari FKIP Universitas Mataram terjun langsung melakukan *Pendampingan Penguatan Kompetensi Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka melalui Pembelajaran Berbasis Deep Learning dan TPACK* di MTs. Hidayatussibyan NW Lombok Tengah, Jumat, 22 Agustus 2026.

BACA JUGA : Bangun Budaya Taat Hukum Sejak Dini, Dosen PPKn FKIP Unram Dampingi Guru di Lombok Utara

Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi. Fokus utamanya membongkar dua kelemahan klasik yang ditemukan dari analisis kebutuhan: pertama, pembelajaran yang belum mendorong pendalaman konsep dan dialog reflektif. Kedua, pemanfaatan teknologi yang masih tempelan, bukan terintegrasi.

 "Pemanfaatan teknologi tidak boleh hanya sebagai pelengkap. Harus terintegrasi dengan konten dan strategi pedagogis melalui kerangka TPACK," tegas tim pengabdian dalam kegiatan tersebut.

Dalam pendampingan partisipatif itu, guru tidak diposisikan sebagai pendengar, tapi sebagai mitra aktif. Mereka diajak mengidentifikasi langsung masalah di kelasnya, berbagi pengalaman, hingga mendesain ulang perangkat pembelajaran yang mengawinkan konten, pedagogi, dan teknologi.

Pendekatan *Deep Learning* yang dimaksud bukan soal teknologi AI, melainkan pembelajaran mendalam: mendorong siswa berpikir kritis, pemecahan masalah kontekstual, dan reflektif. Sementara *TPACK [Technological Pedagogical Content Knowledge]* menjadi jembatan agar teknologi benar-benar memperkuat materi ajar, bukan sekadar gimmick.

Tim pengabdian menekankan, output kegiatan ini harus konkret: guru mampu menghasilkan perangkat ajar berbasis Deep Learning dan TPACK yang siap dipraktekkan, bukan hanya paham konsep.

Program ini dirancang berkelanjutan, mulai dari sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, hingga evaluasi dan penguatan budaya refleksi antar guru.

Kolaborasi kampus dan madrasah ini menjadi bukti peran perguruan tinggi tidak berhenti di menara gading. Penguatan kapasitas guru di Lombok Tengah ini diharapkan memicu lahirnya inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan berpusat pada kompetensi peserta didik.

 

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Tiga Calon Ketua Karang Taruna Bojong Nangka Siap Digelar Secara Demokratis
Next Article
Bangun Budaya Taat Hukum Sejak Dini, Dosen PPKn FKIP Unram Dampingi Guru di Lombok Utara

Related to this topic:

Be the first to write a comment.