Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Dorong Ekonomi Pesisir, Dinas Perikanan Banyuwangi Perkuat UMK Lewat Pendampingan Inovatif

BANYUWANGI || Bratapos.com — Sebagai upaya nyata dalam memperkuat perekonomian kerakyatan berbasis sektor kelautan dan perikanan, Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi menggelar kegiatan pendampingan dan pembinaan bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) sektor perikanan. Kegiatan ini dilangsungkan di halaman Villa Pakis Residence, Kelurahan Pakis, pada Selasa (5/8/2025), dan diikuti oleh puluhan pelaku usaha dari berbagai wilayah pesisir Banyuwangi.

Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendorong UMK perikanan, agar mampu bertahan dan berkembang secara kompetitif di tengah tantangan pasar yang semakin dinamis. 

BACA JUGA : Izin Kedaluwarsa Sejak 2024, Pemkot Madiun Belum Ambil Langkah Tegas terhadap Operasional Parkir PT JPC

Fokus utama pendampingan meliputi peningkatan kapasitas usaha, inovasi pengolahan hasil perikanan, strategi pemasaran digital, pengemasan produk, serta pemanfaatan teknologi tepat guna.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran UMK dalam struktur ekonomi lokal, khususnya di sektor perikanan.

“UMK perikanan kerap menghadapi hambatan dalam hal manajemen, pemasaran, dan akses informasi. Melalui kegiatan ini, kami berupaya menjembatani kebutuhan tersebut agar para pelaku usaha bisa naik kelas dan lebih berdaya saing, baik di pasar lokal maupun nasional,” ujar Suryono.

Kegiatan ini tidak hanya sebatas pemberian materi satu arah, namun dikemas secara interaktif dan solutif. Para peserta yang terdiri dari pelaku usaha pengolahan hasil perikanan, pemilik UMK berbasis produk laut, serta penggiat wirausaha pesisir diberikan ruang untuk berdiskusi langsung dengan para narasumber profesional di bidang kewirausahaan, digital marketing, hingga pendamping teknis dari Dinas Perikanan.

Materi yang disampaikan meliputi:

● Manajemen keuangan sederhana

● Penguatan kelembagaan usaha

● Inovasi produk dan pengemasan

● Strategi pemasaran berbasis digital

Tak hanya itu, para peserta juga memperoleh informasi akses terhadap berbagai skema bantuan usaha dan program pembinaan lanjutan dari pemerintah.

Salah satu peserta, Luluk, yang mengelola usaha olahan hasil laut di wilayah selatan Banyuwangi, mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan ini.

“Saya jadi paham bagaimana cara pengolahan produk yang benar, pengemasan yang menarik, serta pentingnya digital marketing. Kegiatan ini sangat memotivasi saya untuk meningkatkan kualitas usaha,” ungkap Luluk.

Dinas Perikanan berharap kegiatan ini menjadi awal dari proses penguatan UMK perikanan yang berkelanjutan. Selain pengembangan kapasitas individu, pembinaan juga diarahkan pada penguatan kolaborasi antar pelaku usaha dan kelembagaan kelompok agar mampu menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan mandiri.

“Kita ingin UMK perikanan tidak hanya bertahan, tapi juga tumbuh dan berkembang. Mereka adalah ujung tombak ekonomi pesisir yang harus kita dukung dengan serius,” pungkas Suryono, Kadis Perikanan Banyuwangi.

Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan Banyuwangi, yang menempatkan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu pilar penting ekonomi daerah berbasis potensi lokal. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Resmi Jadi Tersangka Kasus Korupsi Proyek Kolam Renang, Kades Kusno Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Next Article
Polres Madiun Ajak Warga Semarakkan HUT RI ke-80, Dengan Pengibaran Bendera Merah Putih di Desa Kaligunting

Related to this topic:

Be the first to write a comment.