Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Diduga Proyek Pembangunan RS Onkologi di Kalitidu Terkesan Mangkrak, Ramai Jadi Sorotan Publik

BOJONEGORO || Bratapos.com - Jumat, 21 Maret 2025 – Proyek pembangunan Rumah Sakit Onkologi di Kalitidu, Bojonegoro, masih belum selesai meskipun sudah berjalan selama setahun. Ahmad Supriyanto, politisi dari Fraksi Golkar, menekankan pentingnya percepatan penyelesaian proyek ini karena anggarannya bersumber dari APBD yang berasal dari pajak rakyat.

Keterlambatan proyek ini memicu kecurigaan publik terhadap potensi penyimpangan dalam perencanaan dan pelaksanaannya. Dugaan adanya maladministrasi yang berpotensi mengarah pada tindak pidana korupsi pun semakin menguat.

BACA JUGA : DPRD Buru Sahkan Tiga Ranperda Terkait Pemerintahan Desa

Masyarakat Bojonegoro menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah dan pihak terkait agar proyek ini segera diselesaikan dan dapat difungsikan sesuai harapan.

Nanik (35), salah satu warga Bojonegoro sekaligus orang tua dari anak yang divonis menderita kanker, mengeluhkan harus bolak-balik ke Surabaya untuk berobat. Ia bahkan terpaksa mencari tempat singgah atau kos di Surabaya karena jarak yang jauh membuatnya sulit pulang-pergi setiap hari.

Ia berharap pemerintah segera merampungkan pembangunan rumah sakit khusus onkologi di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro.

"Kami berharap pemerintah cepat tanggap dan memberikan perhatian kepada warga yang membutuhkan pengobatan kanker di Bojonegoro. Dengan adanya rumah sakit ini, kami tidak perlu bolak-balik ke Surabaya, yang tidak hanya melelahkan tetapi juga menghabiskan banyak biaya," ujar Nanik.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Dr. Ninik Sumiati, belum memberikan keterangan jelas mengenai kapan proyek ini akan selesai. Keterlambatan ini semakin memperburuk situasi dan menambah kekhawatiran publik atas potensi penyimpangan dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengetahui kendala yang terjadi.

"Nanti akan dikoordinasikan dengan Dinkes, kendalanya apa," terang Wakil Bupati Bojonegoro. Brandy

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Polisi Sudah Kantongi Identitas Pelaku Penusukan  Asep Budi
Next Article
Warga Binaan Terorisme di Lapas Kelas I Madiun, Nyatakan Ikrar Setia kepada NKRI

Related to this topic:

Be the first to write a comment.