Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Warga Binaan Terorisme di Lapas Kelas I Madiun, Nyatakan Ikrar Setia kepada NKRI

Kota Madiun || Bratapos.com - Dalam upaya deradikalisasi, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun menggelar prosesi ikrar kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Rabu, 19 Maret 2025. 

Kegiatan acara berlangsung dengan khidmat dan disaksikan oleh petugas Lapas, aparat penegak hukum, serta perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). 

BACA JUGA : KPK Geledah DKPP Kota Madiun 5,5 Jam, Dua Koper Dokumen Keuangan Dibawa

Kepala Lapas Kelas I Madiun, Andi Wijaya Rivai, menegaskan bahwa ikrar setia ini merupakan salah satu bukti keberhasilan program deradikalisasi yang selama ini terus dijalankan. Program tersebut bertujuan untuk membina dan mengembalikan para narapidana kasus terorisme agar dapat kembali menjadi warga negara yang setia pada NKRI serta mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.

"Ikrar setia ini adalah hasil dari pembinaan intensif yang kami lakukan bersama BNPT dan pihak terkait. Kami ingin memastikan bahwa warga binaan yang telah tersesat dapat kembali ke jalan yang benar dan menjadi bagian dari masyarakat yang damai serta berlandaskan nilai-nilai Pancasila," ujar Andi Wijaya Rivai, Jum'at (21/3/2025).

Dalam Ikrar tersebut, seorang warga binaan berinisial A dengan lantang menyatakan sumpah kesetiaannya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. 

Ia juga menegaskan penolakannya terhadap paham-paham radikal serta menyampaikan penyesalan atas keterlibatannya dalam aksi-aksi yang bertentangan dengan hukum dan nilai-nilai kebangsaan.

"Saya menyadari bahwa jalan yang saya tempuh sebelumnya adalah kesalahan besar. Kini, saya kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi dengan penuh kesadaran dan tekad untuk berkontribusi bagi negara. Saya ingin menjadi bagian dari masyarakat yang cinta damai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan," ujar A dengan penuh keyakinan.

Sebagai simbol kesetiaannya, warga binaan tersebut melakukan penciuman bendera Merah Putih, sebuah tindakan yang melambangkan kecintaan dan pengabdian kepada NKRI. Ia juga turut membacakan teks Pancasila serta mengumandangkan yel-yel kebangsaan, yang semakin mempertegas komitmennya untuk meninggalkan paham ekstremisme dan kembali ke jalan yang benar.

Keberhasilan program deradikalisasi di Lapas Kelas I Madiun ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi warga binaan lainnya agar mengikuti langkah serupa. Pemerintah dan pihak terkait terus berupaya untuk memperkuat strategi pembinaan bagi para narapidana kasus terorisme guna memastikan bahwa mereka benar-benar kembali ke masyarakat sebagai individu yang berintegrasi dan memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat.

"Kami akan terus menjalankan program deradikalisasi secara komprehensif, dengan pendekatan persuasif dan edukatif, agar semakin banyak warga binaan yang menyadari kesalahannya dan memilih kembali ke pangkuan NKRI," tandas Andi Wijaya Rivai.

Dengan adanya ikrar setia ini, diharapkan upaya deradikalisasi semakin efektif dalam menangkal paham-paham ekstremisme serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Keberhasilan ini menjadi langkah nyata dalam membangun Indonesia yang lebih aman, damai, dan sejahtera. (Jhon Mongaz)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Diduga Proyek Pembangunan RS Onkologi di Kalitidu Terkesan Mangkrak, Ramai Jadi Sorotan Publik
Next Article
KPU Kota Madiun, Luncurkan Buku Evaluasi Pilkada 2024

Related to this topic:

Be the first to write a comment.