Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Antisipasi Banjir, Pemkab Banyuwangi Genjot Normalisasi Dam Garit Alas Malang

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Menjelang musim penghujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi bergerak cepat melakukan langkah antisipatif terhadap potensi banjir. Melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan, Pemkab melakukan normalisasi Dam Garit yang berada di Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh.

Pekerjaan normalisasi yang dimulai sejak 2 Oktober itu, dilakukan dengan mengeruk timbunan material sedimen setinggi sekitar tiga meter di dasar bendungan menggunakan alat berat. Targetnya, proses ini rampung dalam waktu sepuluh hari kerja.

BACA JUGA : HUT ke-81 TNI, BPP PERADIN: TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahroby, mengungkapkan bahwa sedimentasi tebal di Dam Garit disebabkan oleh luapan air sungai dengan intensitas hujan tinggi pada Juni lalu. Endapan material tersebut terbawa arus sungai hingga menumpuk di dasar bendungan dan mengurangi kapasitas tampung air.

“Volume sedimentasi yang kita temukan mencapai sekitar 8.268 meter kubik. Dari pengalaman sebelumnya, luapan air sering kali terjadi karena tersumbatnya aliran di sekitar jembatan bendungan. Maka dari itu, normalisasi ini kita lakukan agar daya tampung sungai kembali optimal sebelum memasuki musim hujan,” jelas Riza, Selasa (7/10/2025).

Menurut Riza, langkah ini juga merupakan bentuk respons cepat terhadap aspirasi warga setempat yang khawatir banjir akan kembali terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Normalisasi ini bagian dari upaya preventif Pemkab Banyuwangi, agar aliran air tetap lancar dan tidak menimbulkan genangan atau banjir di pemukiman warga,” tambahnya.

Selain fungsi pengendalian banjir, Dam Garit memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pertanian, karena mengairi sekitar 475 hektare sawah di enam desa sekitar. Oleh karena itu, kegiatan pembersihan dilakukan secara intensif agar distribusi air irigasi ke lahan pertanian dapat kembali normal.

“Kegiatan normalisasi seperti ini menjadi agenda rutin kami setiap tahun. Tidak hanya di Dam Garit, tetapi juga di berbagai saluran irigasi lain yang membutuhkan penanganan berkala,” tegas Riza.

Langkah cepat Pemkab Banyuwangi ini mendapat apresiasi dari warga Alas Malang. Mereka menilai pemerintah daerah cukup sigap dalam merespons potensi bencana yang dapat berdampak pada aktivitas pertanian dan ekonomi masyarakat.

Dengan normalisasi tersebut, Pemkab Banyuwangi berharap daya tampung sungai dan bendungan di wilayah Singojuruh kembali optimal sehingga mampu menekan risiko banjir saat curah hujan tinggi. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Di Duga Wakil Perusahaan PT. Bhakti Surya Mandala Tersandung Hutang Piutang, Investor Akan Laporkan Kasus ini ke Kepolisian
Next Article
Produksi Tembus 199 Ribu Ton, Banyuwangi Genjot Tanam Jagung Dukung Swasembada Pangan Presiden

Related to this topic:

Be the first to write a comment.