Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Produksi Tembus 199 Ribu Ton, Banyuwangi Genjot Tanam Jagung Dukung Swasembada Pangan Presiden

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Setelah melaksanakan panen raya jagung kuartal III pada 27 September lalu, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Polresta Banyuwangi kembali menggelar kegiatan tanam jagung serentak di areal persawahan Lingkungan Wonosari, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, Rabu (8/10/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan tanam jagung serentak nasional kuartal IV yang dipimpin Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Kabupaten Tangerang, Banten, pada hari yang sama.

BACA JUGA : HUT ke-81 TNI, BPP PERADIN: TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat

Melalui sambungan virtual, Wapres Gibran menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang berperan aktif dalam mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional.

“Terima kasih atas kerja keras dan kontribusinya. Kerja bersama lintas sektor yang melibatkan masyarakat, kampus, swasta, hingga pesantren harus terus kita lanjutkan dan tingkatkan demi mewujudkan cita-cita Bapak Presiden, yaitu swasembada pangan,” ujar Gibran.

Di Banyuwangi, penanaman jagung dilakukan di lahan seluas 2,5 hektare di Lingkungan Wonosari, serta di lahan lain seluas 505 hektare yang tersebar di berbagai kecamatan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, serta perwakilan dari Kodim 0825, Lanal Banyuwangi, dan Bulog.

“Dengan kolaborasi seluruh pihak, Banyuwangi terus berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional Presiden,” kata Wabup Mujiono.

Ia menyebut, produksi jagung di Banyuwangi dari Januari hingga September 2025 mencapai 199.878 ton, meningkat 16 persen atau 27.659 ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 172.218 ton.

“Sementara kebutuhan jagung Banyuwangi pada periode yang sama mencapai 52.496 ton. Artinya, kita masih surplus sekitar 147.382 ton,” jelasnya.

Kenaikan juga terjadi pada luas panen jagung. Sepanjang Januari–September 2025, luas panen mencapai 30.441 hektare, meningkat 43 persen atau 9.168 hektare dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 21.243 hektare.

“Setiap tahun Banyuwangi selalu surplus jagung. Selain karena produktivitas meningkat, kita juga menambah luas baku lahan untuk mendongkrak hasil panen,” imbuh Mujiono.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra menambahkan, kegiatan tanam jagung juga dilakukan secara serentak di seluruh jajaran Polsek.

“Bhabinkamtibmas turut mendampingi para petani di wilayah masing-masing, untuk memastikan program ini berjalan baik,” ujar Kapolresta.

Selain lahan seluas 505 hektare yang sudah ditanami, Polresta Banyuwangi juga mendorong percepatan pemanfaatan lahan di kawasan perhutanan sosial.

“Dari target 650 hektare, saat ini baru tertanam sekitar 350 hektare. Kami terus mempercepat proses penanaman agar target bisa segera tercapai,” pungkas Kombes Pol Rama. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Antisipasi Banjir, Pemkab Banyuwangi Genjot Normalisasi Dam Garit Alas Malang
Next Article
TPS 3R Karetan Banyuwangi Mulai Dibangun, Siap Kelola 160 Ton Sampah Per Hari

Related to this topic:

Be the first to write a comment.