Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Wali Murid Sebut Lebih Baik Bawa Bekal Dari Rumah Dari Pada Makan Menu MBG, Kepala SPPG Saronggi Sumenep Bungkam

SUMENEP//Bratapos.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, kembali menuai sorotan. Sejumlah wali murid mengeluhkan kualitas menu MBG yang dinilai tidak layak saji dan berpotensi membahayakan kesehatan siswa.

Keluhan tersebut mencuat setelah beberapa orang tua siswa mendapati makanan yang dibagikan kepada anak-anak mereka dalam kondisi tidak segar. Bahkan, sebagian menu disebut berbau, tekstur berubah, dan tidak sesuai dengan standar makanan sehat yang seharusnya dikonsumsi pelajar.

BACA JUGA : HUT ke-81 TNI, BPP PERADIN: TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat

"Yang hari Sabtu kemaren menunya manggis satu, roti satu dan susu satu, itu tidak dimakan sama anak-anak itu dibuang. Terus pas hari Jum'at menunya benar-benar tidak layak, lebih baik bawa bekal dari rumah anak-anak," ungkap salah satu wali murid pada media ini yang enggan menyebutkan namanya.

Kekhawatiran wali murid semakin meningkat karena MBG merupakan program yang bertujuan meningkatkan gizi dan kesehatan siswa. Namun, kondisi makanan yang diterima justru dinilai bertolak belakang dengan tujuan tersebut.

"Kalau seperti ini terus, kami takut anak-anak malah sakit. Harusnya ada pengawasan ketat, bukan asal dibagikan," tambah wali murid lainnya.

Ironisnya, saat dikonfirmasi terkait keluhan tersebut, Kepala SPPG Saronggi Sumenep terkesan bungkam. Upaya wartawan untuk meminta klarifikasi, baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat, tidak mendapat respons hingga berita ini diterbitkan.

Sikap diam tersebut memicu kekecewaan publik dan menimbulkan tanda tanya besar terkait transparansi serta tanggung jawab pengelola SPPG dalam menjalankan program MBG. Wali murid pun berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh.

Mereka menegaskan, kualitas makanan untuk siswa tidak boleh diabaikan, karena menyangkut kesehatan dan masa depan anak-anak. Tanpa perbaikan serius, kepercayaan masyarakat terhadap program MBG dikhawatirkan semakin menurun.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Penebangan Pohon di Jalan MT Haryono Banyuwangi Diduga Tanpa Izin, Berpotensi Langgar Perda
Next Article
Rp129 Juta Raib di Cintaliaeus.com, Warga Surabaya Jadi Korban Dugaan Investasi Bodong

Related to this topic:

Be the first to write a comment.