Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Tumpukan Sampah Cemari Jalan Sekitar Desa Sambirejo Madiun, Warga dan Pemdes Desak Solusi Konkret

Madiun || Bratapos.com - Tumpukan sampah kembali terlihat berserakan di sepanjang Jalan Sambirejo, Kecamatan Jiwan, tepatnya di pinggir jalan raya yang bersebelahan langsung dengan aliran Sungai Bengawan Madiun. Situasi seperti ini menunjukkan bahwa Kabupaten Madiun sedang menghadapi permasalahan sampah yang semakin mengkhawatirkan.

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu pemandangan tetapi juga memicu aroma busuk yang menyengat dan sangat mengganggu kenyamanan para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.

BACA JUGA : Pemprov Banten Perkuat Dialog Dengan Ormas.

Widodo., salah satu warga sekaligus pengguna jalan, mengungkapkan rasa kecewa dan keluh kesahnya atas situasi yang tak kunjung membaik ini.

“Baunya sangat menyengat, apalagi kalau pas lewat pagi atau siang hari. Sudah lama seperti ini tapi belum ada tindakan nyata,” ujar Widodo saat ditemui pada Kamis (10/4/2025).

Ia juga menyayangkan kondisi tumpukan sampah yang berada di tepi jalan raya, yang menurutnya tidak pantas dibiarkan begitu saja.

“Pemandangannya benar-benar tidak layak, apalagi ini jalan utama yang dilalui banyak orang. Saya harap ada tindakan tegas dari pemerintah desa maupun dinas terkait,” tambahnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Budi Wibowo, Sekretaris Desa setempat, menjelaskan bahwa pihak desa sebenarnya telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi masalah ini. Salah satunya adalah dengan memasang plakat larangan membuang sampah di lokasi tersebut. Namun sayangnya, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan.

“Kami sudah mencoba beberapa langkah, termasuk koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun. Tapi sampah tetap menumpuk,” jelas Budi.

Budi juga mengungkapkan bahwa mayoritas pembuang sampah bukanlah warga setempat. Pihak desa bahkan pernah melakukan penjagaan selama seharian penuh namun tidak menemukan pelaku pembuangan sampah.

“Ternyata mereka membuangnya saat dini hari, menjelang subuh. Ini yang membuat kami kesulitan untuk menindak langsung,” terangnya.

Untuk itu, pihak desa kini tengah mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, termasuk pemberlakuan sanksi berupa denda kepada siapa pun yang tertangkap membuang sampah sembarangan di lokasi tersebut.

“Kami tetap melakukan sosialisasi, dan saat ini juga mulai menerapkan sanksi denda sebagai upaya pencegahan. Harapannya, warga bisa lebih sadar dan tidak menjadikan tempat ini sebagai tempat pembuangan liar,” pungkas Budi.

Permasalahan ini menjadi pengingat pentingnya peran serta semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tanpa kesadaran kolektif, upaya sekeras apa pun akan sulit membawa perubahan yang berarti.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Pemkab Deli Serdang PHK Ribuan Tenaga Honorer, Ikuti Aturan MenPAN-RB
Next Article
Presiden Kembali Apresiasi Polri Soal Arus Mudik: Polisi Paling Sering Dicaci Maki tapi Tetap Kerja Keras

Related to this topic:

Be the first to write a comment.