Penulis : Edi
Kondisi sampah yang menumpuk dimana mana sudut dan penjuru Kabupaten Kerinci, tidak saja merusak pemandangan tuah alam kerinci terkesan bersih indah, bahkan persolan ini sangat dikeluhakan warga, mengeluarkan aroma menyengat saat melintas.
BACA JUGA :
A Moment of Togetherness Ahead of Eid al-Adha 1447 H at Mr.ABBAS Senggigi's Residence
Menariknya lagi, dimana mana duduk berapatnya Kadis LH Kerinci dengan mendayu dayu bukan main kepalang menyebut bahwa masalah sampah di Kab. Kerinci jauh lebih tertanggulangi dari pada Kota Sungai Penuh.
Astagafirullah, sesekali dibawa ngucap kayo itoh pak Kadis," ujar Bung Nazarudin kepada media. Rabu (29/1)
Ternyata, setelah negeri air Hangat Timur, Semerap dan Lekuk Sembilan Tumbi, Lempur dihebohkan oleh menumpuk sampah dijalan utamanya, serta keresahan masyarakat disepanjang ruas Batang Merao lantaran dugaan terjadinya pembuangan sampah kedalam sungai oleh truk pengangkut sampah didaerah Hulu Siulak.
Nazarudin salah satu LSM kenamaan di Kebupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh menemukan lagi sampah yang menumpuk dilokasi memasuki kawasan peladangan masyarakat Desa Tanjung Tanah, Kerinci.
Dalam Video nya tersebut nampak jelas sampah menumpuk dan berserakan dikawasan peladangan warga bahkan sampai menutupi separoh ruas jalan yang mengeluarkan bau menyengat bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitarnya, termasuk sebagian tanaman warga telah tertimbun dan mati karena tumpukan sampah.
Saking prihatin terhadap kondisi tumpukan sampah berserakan disepanjang ruas jalan simpang Tanjung Tanah menuju Tebing Tinggi sampai sampai sang peduli dari negeri mano parang dengan kapak merah juga sempat mempertanya kemana mobil read-truk pengangkut sampah Kerinci, apakah masih beroperasi.
Guna mendapat kejelasan detail, awak Media mencoba menghubungi Bung Nazardin Via HP, dikatakannya persoalan sampah adalah masalah krusial yang mendapat perhatian tiap saatnya secara nasional. "UU tentang pengelolaan dan pemanfaatan sampah sangat ketat mengatur di Republik ini termasuk ancaman pencekalan terhadap DAK dan pidana bila terjadi dampak dialami akibat sampah, " tegas Bung Nazar
Lanjutnya , untuk diketahui setiap tahunnya masing daerah menganggarkan dana cukup besar bagi pengelolaan sampah", ungkap Bung Nazardin dan juga kerap dipanggil dengan sebutan kensu ditengah larik dan dusunnya.
Menurutnya lagi, sampai mencekam persoalan sampah di Kerinci diduga kuat adanya permainan nakal yang saling menguntungkan antara pihak eksekutif dengan legislatif di Kerinci. "Bila tak ada nyah ineh ulau itoh alias take and give maupun ada apanya dong antara masing yang berkuasa didaerah, tentu tak mungkin sampah dibiarkan terbengkalai di Kerinci", tegasnya.
Ketika ditanya kembali oleh DPI, kenapa sih sampai hatinya Kensu berkicoik mulang read-berucap demikian? Karena, katanya disebut pemuatan dan pengangkutan sampah identik dengan armada dan kesiapannya termasuk petugas sampahnya.
"Pengalaman selama ini tak sedikit pengadaan dan perawatan armada sampah yang bermaslah serta armadanya disalah gunakan untuk bisnis atau usaha pribadi oleh pihak yang berkompeten dilembaga eksekutif, serta petugas sampah yang hampir ratanya adalah orang titipan dewan dari masing dapil yang dikenal dengan tabiat manjanya sedikit sedikit langsung melapor kedewan bila mendapat tekanan ditempat kerja", terang Nazardin.
Bisa jadi, katanya kenyataan miris tersebut berlangsung secara bertaut dan terus menerus, hingga berdampak terhadap upaya pengelolaan dan pemanfaatan sampah di Kerinci. "Jika tetap dibiarkan terus menerus, bilo kinci read-Kerinci ini ingin maju. Hendaknya segera mendapat perhatian dan kerjasama yang serius antara pihak eksekutif dan Legislatif dalam mengantisipasi, mengelola dan memanfaatkan sampah secara baik dan benar di Kerinci", pungkas Bung Nazardin.
Prev Article
Jalan Rusak Bertahun Tahun, Warga Dusun Wadeng Kab. Bojonegoro Mengeluh
Next Article
Pastikan Tepat Sasaran.!! Pj. Gubernur Bali Dampingi Menteri PKP Tinjau FLPP dan Rumah BSPS di Buleleng