Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

TNI–Polri dan Pemda Banyuwangi Perkuat Sinergi Pangan, Tanam Jagung Serentak & Resmikan Gudang Pangan di Blimbingsari

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Komitmen Banyuwangi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan lewat aksi nyata lintas sektor. Komando Rayon Militer (Koramil) 0825/12 Rogojampi bersama Polsek Rogojampi, Pemerintah Kecamatan Blimbingsari, dan para petani Desa Watukebo melaksanakan penanaman jagung serentak Kuartal IV sekaligus peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri, Rabu (8/10/2025).

Kegiatan yang digelar di Dusun Patoman, Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari ini menjadi simbol soliditas antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam mendukung program Swasembada Pangan Nasional 2025 yang tengah digencarkan pemerintah.

BACA JUGA : HUT ke-81 TNI, BPP PERADIN: TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat

Dalam sambutannya, Danramil 0825/12 Rogojampi Kapten Cba Guntur menegaskan pentingnya kerja kolektif lintas institusi dalam memperkuat sektor pangan rakyat.

“Penanaman jagung di lahan seluas sekitar 0,2 hektare ini adalah bentuk komitmen kami bersama para petani untuk mendukung peningkatan produksi pangan. Dengan dukungan benih jagung Golden dari Dinas Pertanian, kami optimis produktivitas akan meningkat signifikan,” ujar Kapten Cba Guntur.

Ia menambahkan, keterlibatan aparat TNI di lapangan bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi bagian integral dari upaya menjaga kemandirian pangan dan menguatkan ekonomi desa.

Sementara itu, Kapolsek Rogojampi Kompol Imron, S.H., M.H., menjelaskan keberadaan Gudang Ketahanan Pangan Polri memiliki arti penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tingkat lokal.

“Gudang ini menjadi fasilitas strategis untuk penyimpanan logistik hasil pertanian, khususnya saat panen raya maupun situasi darurat. Polri ingin memastikan masyarakat tidak hanya aman secara kamtibmas, tapi juga aman secara pangan,” terangnya.

Menurutnya, program ketahanan pangan yang dijalankan Polri selaras dengan visi pemerintah untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat berbasis pertanian yang tangguh dan berkelanjutan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Plt Camat Blimbingsari Choirul Anam, S.H., M.H., Kepala Desa Watukebo Hj. Sribunik Eka Diana, S.Pd, serta unsur pendamping pertanian seperti BPP Rogojampi Slamet, PPL Desa Watukebo H. Fauzi, dan Ketua Gapoktan Sumber Urip, Saidi beserta anggota.

Pemerintah Kecamatan Blimbingsari menyambut baik langkah sinergis ini. “Program seperti ini menjadi contoh konkret kolaborasi tiga pilar desa, yakni TNI, Polri, dan Pemerintah dalam mewujudkan desa tangguh pangan,” ujar Choirul Anam.

Penanaman jagung serentak di lahan percontohan ini, diharapkan menjadi pemicu semangat bagi kelompok tani lain di Desa Watukebo untuk mengoptimalkan lahan pertanian mereka secara produktif dan berkelanjutan.

Kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, menandai semangat gotong royong lintas sektor dalam membangun kemandirian pangan Banyuwangi.

Dengan kolaborasi yang terus diperkuat antara TNI, Polri, dan Pemda, Banyuwangi menegaskan posisinya sebagai daerah pionir ketahanan pangan di Jawa Timur, sekaligus menjadi bagian penting dari upaya Indonesia menuju kedaulatan pangan nasional 2025. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Diduga Lakukan Pembalakan Ilegal, Perhutani KPH Madiun Dituding Tebang Jati Dekat Anak Sungai
Next Article
Dinilai Memberikan Sarana Dan Keterangan, Reza PPAT Dituntut 4 Tahun Oleh Jaksa

Related to this topic:

Be the first to write a comment.