Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Stasiun Magetan, Berkembang Pesat Berkat Kehadiran KA BIAS

Magetan || Bratapos.com - Sebagai bagian dari wilayah operasional Daop 7 Madiun, Stasiun Magetan terus menunjukkan peran strategisnya dalam melayani mobilitas masyarakat Kabupaten Magetan dan sekitarnya. 

Stasiun Magetan, yang terletak di Desa Karangsono, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menjadi salah satu simpul transportasi penting di jalur utama kereta api Jawa.

BACA JUGA : Pembinaan Oleh Hadrotul Mukarrom Kanjeng Romo Kyai Abdul Majid Ali Fikri RA Di Hongkong Berlangsung Khidmat Semangat Pengamal WAHIDIYAH Makin Kuat

Pada tahun 2025, Stasiun Magetan — yang dahulu dikenal sebagai Stasiun Barat — resmi berganti nama sesuai keputusan Bupati Magetan saat itu, Suprawoto, di akhir tahun 2019. 

Kini, berkat beroperasinya jalur ganda, Stasiun Magetan semakin tertata, baik dari segi bangunan maupun fasilitas pelayanan, sehingga mampu memberikan kenyamanan lebih kepada pengguna jasa.

Stasiun Magetan berstatus operasional aktif 24 jam dan menjadi salah satu stasiun utama di jalur kereta api Jakarta–Solo–Madiun–Surabaya. Selain melayani perjalanan kereta jarak jauh, stasiun ini juga melayani naik-turun penumpang untuk kereta lokal, seperti KA Bandara Adi Soemarmo (KA BIAS), yang merupakan andalan warga Magetan dalam beraktivitas sehari-hari.

Sejak KA BIAS beroperasi dan berhenti di Stasiun Magetan, tingkat okupansi penumpangnya meningkat secara signifikan. Berdasarkan data PT KAI Daop 7 Madiun, pada periode November hingga Desember 2024, Stasiun Magetan melayani sebanyak 3.224 penumpang naik dan 3.088 penumpang turun. Jumlah ini meningkat pesat pada periode Januari hingga Mei 2025, yakni 6.481 penumpang naik dan 8.938 penumpang turun.

Manajer Humas Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, menjelaskan bahwa peningkatan tersebut menjadi bukti besarnya potensi KA BIAS dalam mendukung konektivitas regional dan memperkuat perekonomian Kabupaten Magetan.

“Dengan berhentinya beberapa perjalanan kereta api di Stasiun Magetan, kami berharap konektivitas dan aksesibilitas masyarakat semakin baik, sehingga transportasi publik yang aman, nyaman, dan tepat waktu bisa dirasakan lebih luas,” ujar Zainul dalam keterangannya, Rabu (25/6/2025).

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa kehadiran layanan kereta api ini diharapkan mampu menjadi pendorong sektor ekonomi, pariwisata, dan mobilitas warga setempat.

"Hal ini, sejalan dengan komitmen KAI untuk mendukung pembangunan daerah melalui layanan transportasi massal yang andal," tandas Zainul.

Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai perjalanan kereta api dan layanan pelanggan KAI bisa menghubungi layanan pelanggan KAI di stasiun terdekat, atau melalui:

📞 Telepon: 121

📱 WhatsApp: 08111-2111-121

📧 Email: [email protected]

📱 Media sosial: @KAI121

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Rakerda III Organda NTB: Jangan Hanya Jadi Penonton Yang Lapar Dinegeri Sendiri
Next Article
Diduga Berpotensi Cemari Sungai Bengawan Solo, Limbah Cucian Pasir Kuarsa Jadi Sorotan Warga

Related to this topic:

Be the first to write a comment.