Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

SMPN 2 Kalipuro Gaungkan “Banyuwangi Bersinar”, Perkuat Benteng Pelajar dari Ancaman Narkoba

BANYUWANGI || Bratapos.com – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di dunia pendidikan terus diperkuat. Senin (8/9/2025), SMP Negeri 2 Kalipuro menggelar Sosialisasi Pencegahan Narkoba dan Deteksi Dini Pemakaian NAPZA dengan menggandeng Yayasan Anti Narkoba Lapor Pulih Sehat Sejahtera (YAN-LPSS) Banyuwangi, Rumah Kebangsaan Basecamp Karangrejo (RKBK), serta Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi.

Acara yang berlangsung di halaman sekolah ini, diikuti ratusan siswa dan dewan guru, serta dipimpin langsung oleh Kepala SMPN 2 Kalipuro, Bowo Pranoto, M.Pd. 

BACA JUGA : SDN Lengkong Kulon 2 Tanamkan Rasa Syukur Acara Pelepasan Siswa Dan Kenaikan Kelas

Kegiatan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Hakim Said, SH yang menyampaikan materi hukum narkoba, Hermin Dwi Susanti, SE dengan materi tentang bahaya dan jenis narkoba, serta Rudi Purwantoro, S.Kep., Ns. yang membawakan materi terkait rehabilitasi penyalahguna narkoba.

Kepala SMPN 2 Kalipuro, Bowo Pranoto, menegaskan bahwa sekolah tidak bisa berjalan sendiri dalam menghadapi ancaman narkoba yang kian mengkhawatirkan.

“Semangat kami jelas, tumpas narkoba demi mewujudkan Banyuwangi Bersinar, bersih dari narkoba. Anak-anak harus diarahkan pada prestasi, bukan pada hal-hal yang merusak masa depan,” tegas Bowo.

Ketua YAN-LPSS Banyuwangi, Hakim Said, menekankan bahwa penanganan narkoba tidak hanya soal penindakan, tetapi juga pemulihan generasi muda yang terjerumus.

“Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menegaskan, bahwa penyalahgunaan narkotika adalah tindak pidana serius. Namun, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan memperkuat aspek rehabilitasi bagi penyalahguna. Jadi, upaya ini bukan hanya menghukum, tetapi juga menyelamatkan,” ujar Hakim Said.

Sekretaris YAN-LPSS, Hermin Dwi Susanti, mengingatkan bahwa narkoba hadir dalam berbagai bentuk, dari sabu, ganja, ekstasi hingga obat-obatan sintetis yang kerap disamarkan.

“Bahaya narkoba bukan hanya menghancurkan fisik, tapi juga psikologis dan masa depan remaja. Sekali terjerat, sangat sulit keluar. Karena itu, edukasi sejak dini adalah benteng utama,” ungkapnya.

Sementara itu, praktisi kesehatan, Rudi Purwantoro, menekankan pentingnya paradigma humanis dalam menangani penyalahguna narkoba.

“Mereka bukan hanya pelaku, tapi juga korban yang butuh pemulihan medis, sosial, dan mental. Rehabilitasi adalah jalan agar anak-anak yang terjerumus bisa kembali berdaya dan berfungsi di masyarakat. Itulah kenapa deteksi dini di sekolah-sekolah seperti ini sangat krusial,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, SMPN 2 Kalipuro ingin mendorong sekolah lain untuk aktif memperkuat Program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba). Upaya kolektif tersebut sekaligus menjadi bagian penting dari gerakan “Banyuwangi Bersinar” (Bersih dari Narkoba) yang digelorakan pemerintah daerah bersama BNNK.

Dengan sinergi pendidikan, penegakan hukum, dan rehabilitasi, diharapkan generasi muda Banyuwangi memiliki benteng kokoh dari ancaman narkoba yang terus mengintai. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Kodim 0825/Banyuwangi Gelar Press Conference, Dandim Serahkan Barang Bukti 34 Paket Sabu ke Polresta
Next Article
Prodi Kedokteran Hewan Unair Banyuwangi Bidik Akreditasi Unggul, Bupati Ipuk: Momentum Perkuat Peternakan Daerah

Related to this topic:

Be the first to write a comment.