Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Prodi Kedokteran Hewan Unair Banyuwangi Bidik Akreditasi Unggul, Bupati Ipuk: Momentum Perkuat Peternakan Daerah

BANYUWANGI || Bratapos.com – Program Studi Kedokteran Hewan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (Unair) Banyuwangi segera menapaki babak baru. Setelah meraih akreditasi “Baik Sekali” pada 2023, kini program studi yang berdiri sejak 2014 itu menjalani re-akreditasi untuk meraih predikat “Akreditasi Unggul”, level tertinggi dalam sistem akreditasi pendidikan tinggi di Indonesia.

Bagi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, capaian ini bukan hanya prestasi akademik, melainkan juga momentum strategis untuk memperkuat sektor peternakan daerah.

BACA JUGA : SDN Lengkong Kulon 2 Tanamkan Rasa Syukur Acara Pelepasan Siswa Dan Kenaikan Kelas

“Keberadaan Prodi Kedokteran Hewan Unair Banyuwangi telah membawa dampak nyata. Selain meningkatkan kualitas SDM, juga mendorong ekonomi kerakyatan melalui pendampingan kepada para peternak sehingga produktivitas ternak mereka meningkat,” tegas Bupati Ipuk, Senin (8/9/2025).

Menurut Ipuk, penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi kunci.

“Kami akan terus mendukung, agar pengembangan pendidikan ini selaras dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha, khususnya sektor peternakan,” ujarnya.

Re-akreditasi dilakukan oleh tim asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes), terdiri dari:

▪︎ Prof. Dr. Yusuf Ridwan (IPB University),

▪︎ Prof. Dr. Joko Prastowo (Universitas Gadjah Mada),

▪︎ Dr. Hapsari Mahatmi (Universitas Udayana).

Mereka akan melakukan asesmen lapangan selama lima hari, 8–12 September 2025, di kampus FIKKIA Unair Banyuwangi. Fokus asesmen meliputi kualitas kurikulum, kompetensi dosen, sarana laboratorium, penelitian, hingga luaran lulusan dan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Dekan FIKKIA Unair Banyuwangi, Prof. Soetojo, menegaskan bahwa persiapan akreditasi telah dilakukan secara matang.

“Akreditasi bukan hanya soal administrasi, tetapi wujud komitmen mutu. Kami menyiapkan kurikulum berbasis kompetensi, memperkuat riset, serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah dan dunia peternakan. Semua langkah ini demi memastikan hasil yang terbaik,” jelas Prof. Soetojo.

Selain Prodi Kedokteran Hewan, kampus ini juga tengah mengajukan akreditasi Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) yang dibuka pada 2024. 

“Kami targetkan, PPDH juga bisa langsung meraih Akreditasi Unggul. Dengan begitu, Unair Banyuwangi benar-benar menjadi pusat unggulan pendidikan dokter hewan di Indonesia timur,” ungkapnya.

Predikat Unggul hanya bisa diraih oleh perguruan tinggi dengan mutu setara internasional. Status ini diyakini akan meningkatkan kepercayaan dunia industri, membuka ruang kerja sama penelitian, serta memperluas akses mahasiswa dan lulusan ke berbagai sektor profesional.

Jika berhasil, Banyuwangi tak hanya dikenal sebagai kota wisata dan pertanian, tetapi juga sebagai sentra pendidikan veteriner nasional. 

“Inilah momentum untuk membuktikan, bahwa Banyuwangi bisa menjadi episentrum pendidikan berkualitas tinggi yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat,” tutup Ipuk. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
SMPN 2 Kalipuro Gaungkan “Banyuwangi Bersinar”, Perkuat Benteng Pelajar dari Ancaman Narkoba
Next Article
Polresta Banyuwangi Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW, Kapolresta: Teladani Akhlak Rasulullah dalam Tugas Kepolisian

Related to this topic:

Be the first to write a comment.