Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

SMP 8 Negeri Kota Pasuruan Menggelar Acara Pas Temanan (Road To School) Dalam rangka untuk mencegah Kekerasan Disekolahan

Pasuruan | Bratapos.com- Kegiatan (Pas Temanan Road To School) Dalam rangka untuk mencegah dan menangani kasus kekerasan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan,Kebudayaan,Nomor 46 tahun 2023 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.

Melalui dinas pendidikan dan kebudayaan kota Pasuruan, Sekolahan Smp 8 negeri kota Pasuruan dan para murid bersama guru pendamping dalam Pembentukan Komunitas Road To School, kini hadir yang disebut Pass TEMENAN yang memiliki arti Siap Sigap dalam kegiatan bersama (MELAWAN KEKERASAN) bertempat disekolahan pada hari Kamis 15 Oktober 2026 

BACA JUGA : Dinas Pendidikan dan kebudayaan Menekankan Penggunaan Dana Hibah KBM Dalam Pembinaan Bersama Kajari.

Kadis Dispendikbud Kota Pasuruan Ibu Siti Rochana S,T Memberikan sambutan dalam acara Road To School yang disebut Pass TEMENAN ini memiliki arti Kota Pasuruan siap sigap dalam kegiatn bersama melawan kekerasan,dalam rangka membangun lingkungan sekolah yang nyaman serta aman dan ramah juga bebas dari kekerasan serta perundungan.

Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian dan kolaborasi seluruh warga sekolah dalam menciptakan budaya sekolah yang positif saling menghargai, serta menumbuhkan keberanian untuk bersama- Sama mencegah dan melawan segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan para murid dan harus berkomitmen untuk turut serta menyelenggarakan pendidikan melalui sekolah aman dan nyaman serta bebas dari kekerasan dengan pencegahan dan penanganan kekerasan,

” Perlu saya sampaikan bahwa bentuk kekerasan yang terjadi bukan hanya kekerasan fisik, namun juga kekerasan spikis, perundungan, kekerasan diskriminasi dan intoleransi, kebijakan yang mengandung kekerasan dan bentuk kekerasan lainnya,” ujar Bu Kadis Dispendikbud

Menurut Bu Wahyu Anisah, S.Pd.kegiatan yang dilaksanakan hari ini merupakan upaya penguatan pencegahan dan penanganan kekerasan melalui acara Road To School yang akan disebut Komunitas PAS TEMENAN yang bertujuan untuk membantu mensosialisasikan peran dan fungsi bimbingan konseling, meningkatkan kompetensi diri agar mampu menjadi konselor,” harapnya.

Lanjut Kasie. Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Dispendikbud Kota Pasuruan Wahyu Anisah, Menyampaikan dengan harapan keperdulian atas kegiatan ini agar semua peserta dapat mengenal lebih dekat antar anggota komunitas dan memahami perannya dalam Pass TEMENAN sehingga setelah terbentuknya dapat menekan dan mencegah adanya kekerasan di satuan pendidikan.

Kekerasan ini kan masif terjadi di sekolah, anak- anak itu kalau ada gurunya anteng, tapi kalau pas tidak ada gurunya, istirahat, pas pulang sekolah barulah hal-hal yang memicu kekerasan dimungkinkan terjadi. 

Sebelumnya tentang Penanganan Kekerasan di Sekolah yang dianggotai oleh Kepala Sekolah, Guru dan Orang Tua, nah yang sekarang ini dianggotai anak- anak melalui Pass TEMENAN ini, jadi sebagai antisipasi biasanya anak- anak yang mengalami kekerasan dan malu melaporkan ke gurunya atau barangkali ada hal- hal yang gurunya tidak tahu nanti bisa disampaikan melalui temannya.

Pihak guru atau kepala sekolah agar memberi mereka ruang melalui komunitas ini dibentuklah Pass Temenan namanya, jadi selain memberikan edukasi melalui komunitas, kami berharap anak anak yang menjadi anggota komunitas ini dapat menambah teman positif sebaya SMP" Harapanya. (Ag)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
DPRD Buru Bersama Forkopimda Kunker ke Gunung Botak, Tinjau Kali Anahoni dan Jalur H. Wasanait
Next Article

Related to this topic:

Be the first to write a comment.