Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Sejumlah Siswa Diare Setelah Makan MBG dari SPPG Pakamban Laok 2, Wali Murid Takut Melaporkan

SUMENEP// Bratapos.com – Sejumlah siswa di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dilaporkan mengalami diare (mencret) usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai oleh SPPG Pakamban Laok 2 Yayasan Bumi Asfan Abadi.

Informasi tersebut mencuat dari pengakuan wali murid yang menyebut anaknya mengalami mencret setelah menyantap menu MBG yang diduga ayam bakarnya kurang matang, pada 21 Januari 2026 kemarin.

BACA JUGA : HUT ke-81 TNI, BPP PERADIN: TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat

Namun demikian, wali murid tersebut mengaku memilih bungkam lantaran merasa takut jika melaporkan kejadian itu secara terbuka.

"Anak saya mincret, tapi saya takut melapor karena saya diminta untuk tidak ramai dengan kejadian itu," ungkap wali murid berinisial MF kepada wartawan, Senin (27/1/2026).

Pengakuan serupa juga datang dari lingkungan sekolah. Salah satu pihak mengakui bahwa kasus diare memang sempat terjadi di kalangan siswa setelah menyantap MBG.

Bahkan, seorang guru yang enggan disebutkan namanya menyatakan sejak awal sudah merasa tidak nyaman dengan keberadaan SPPG Pakamban Laok 2.

"Saya memang agak risih dengan dapur di Pakamban Laok itu. Dua hari di awal, menunya langsung ayam kering tanpa sambal, dan ukurannya sangat kecil," ucapnya.

"Malah kemarin, ada kejadian siswa mincret, ini memang parah mas," tambahnya.

Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa kualitas dan kelayakan menu MBG dari dapur SPPG Pakamban Laok 2 patut dipertanyakan, baik dari sisi variasi menu, porsi, hingga potensi dampaknya terhadap kesehatan siswa.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak SPPG Pakamban Laok 2, lbelum memberikan keterangan resmi terkait dugaan diare yang dialami sejumlah siswa tersebut.

Kasus ini menambah daftar panjang polemik pelaksanaan MBG di daerah, sekaligus menjadi alarm keras bagi pihak terkait agar tidak sekadar mengejar distribusi, tetapi benar-benar memastikan keamanan, higienitas, dan mutu gizi makanan yang diberikan kepada siswa.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
KPK Geledah Kantor Dinas PUPR Kota Madiun, Kembangkan OTT Korupsi Perizinan Proyek
Next Article
Aneh, Sajikan Menu MBG Basi, Kepala SPPG Yayasan Rumah Juang Garuda Emas Rubaru Sumenep Malah Pencitraan

Related to this topic:

Be the first to write a comment.