Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Aneh, Sajikan Menu MBG Basi, Kepala SPPG Yayasan Rumah Juang Garuda Emas Rubaru Sumenep Malah Pencitraan

SUMENEP, bratapos.com – Sejumlah wali murid di wilayah Rubaru, Kabupaten Sumenep, mengeluhkan kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rubaru. Keluhan itu mencakup dugaan makanan basi, aroma tidak sedap, hingga kekhawatiran akan dampak kesehatan bagi para siswa.

Beberapa wali murid mengaku anak-anak mereka enggan menghabiskan makanan yang diberikan karena rasanya sudah berubah. Bahkan, sebagian siswa disebut mengalami sakit perut dan diare setelah mengonsumsi menu MBG tersebut.

BACA JUGA : HUT ke-81 TNI, BPP PERADIN: TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat

"Menu sate kemarin ada yang basi, nasi gorengnya juga kurang bumbu. Tolong jangan dianggap sepele," tulis seorang wali murid dalam kolom komentar di sosial media tiktok.

Kekhawatiran wali murid semakin meningkat lantaran hingga kini belum ada penjelasan terbuka dan transparan terkait standar keamanan pangan, masa simpan makanan, maupun hasil uji laboratorium dari pihak pengelola SPPG Rubaru.

"Siapa yang memberi izin SPPG diubah? Apakah tidak curiga sebelum memberi izin rakyatnya dijadikan bahan uji coba?," tulis wali murid lain dengan nada geram.

Ironisnya, di tengah banyaknya keluhan tersebut, Kepala SPPG Rubaru justru dinilai lebih sibuk membangun citra positif di ruang publik. Beberapa aktivitas yang dipublikasikan terkesan menonjolkan pencitraan keberhasilan program, tanpa menyentuh substansi persoalan yang dikeluhkan masyarakat.

"Memang gratis, tapi kalau anak-anak calon penerus bangsa jadi korban makanan yang tidak jelas, apa gunanya," lanjut komentar tersebut.

Sikap tersebut memunculkan kekecewaan, karena wali murid berharap pihak SPPG lebih responsif dan terbuka, mengingat program MBG menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak sekolah.

“Harusnya yang didahulukan itu evaluasi dan perbaikan kualitas makanan, bukan sekadar tampil seolah semuanya baik-baik saja,” ungkap wali murid lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SPPG Rubaru belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan makanan basi dan kekhawatiran wali murid tersebut. Masyarakat mendesak agar instansi terkait segera turun tangan melakukan pengawasan ketat serta audit menyeluruh terhadap pengelolaan MBG di Rubaru.

Program yang sejatinya bertujuan meningkatkan gizi dan kesehatan siswa itu kini justru menimbulkan keresahan, apabila pengawasan dan tanggung jawab tidak dijalankan secara serius.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Sejumlah Siswa Diare Setelah Makan MBG dari SPPG Pakamban Laok 2, Wali Murid Takut Melaporkan
Next Article
Polda Maluku Dan Polres Buru Hukum Mandul Di Hadapan Pemilik Bak Jalur H

Related to this topic:

Be the first to write a comment.