Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

SDN 3 Pancor Lombok Timur Dapat Makanan Diluar Batas Kenikmatan Alias Basi

 

 

BACA JUGA : Bupati Ipuk Tegaskan Tak Ada Pungutan Saat SPMB 2026, Sekolah Dilarang Jual Seragam dan Buku

Lombok Timur, NTB||bratapos.com - Viral di media sosial (Medsos), status orang tua siswa pertanyakan lokasi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyuplai ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Pancor Kecamatan Selong, Lombok Timur (Lotim). Pasalnya anaknya setelah pulang sekolah perutnya mual-mual dan muntah.

“Info dong yang masak MBG SDN 3 Pancor siapa ya? Anak saya pulang sekolah perut mules dan muntah-muntah. Jagung di makan setengah sma tahu basi katanya bau nya sudah tidak enak. Marah dong ya liat anak-anak dikasi makanan basi…. ,” ungkapnya dikutif dari medsos Facebook dengan nama akun Dyan ValNez yang merupakan siswa di SDN 3 Pancor.

 

Dalam statusnya itu, orang tua murid memberikan masukkan agar satu dapur MBG menangani untuk sekolah.

 

“Kalau boleh kasi masukan ya biar gak kelabakan masak dari jam tengah malem yang bikin masakan basi kenapa gak di bagi ya satu sekolah satu orang yang handle…!!,” cetusnya.

Sementara itu, dikonfirmasi Kepala SDN 3 Pancor Hj Rohimah mengatakan pihaknya langsung melaporkan ke pihak MBG mengenai masalah menu hari ini yang diributkan siswa karena berbau, dengan mempotokan makanan yang disajikan.

Selian itu, pihak sekolah meminta kepada siswa untuk tidak memakan MBG hari ini kalau ditemukan ada yang berbau nasi maupun lauknya. ketimbang nantinya siswa akan mengalami sakit kalau memakannya.

 

“Pihak sekolah masih lakukan pencarian siswa yang sakit, karena memakan menu MBG hari ini belum ada laporan yang masuk dari guru maupun orang tua wali,” ungkapnya, Rabu (10/9).

 

Setalah melakukan komunikasi dengan pihak pengelola dapur MBG, pihak dari pengelola dapur MBG akan membawa siswa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan. “Pihak MBG akan membawa ke dokter apabila ada siswa yang sakit setelah menahan MBG tersebut,” ujarnya.

Sementara pihak Dapur MBG, saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp tidak ada tanggapan hingga berita ini di terbitkan. 

 

                   By  : Team

                 

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Gerakan Belanja Tanggal Cantik, Bupati Ipuk Instruksikan Pakai Aplikasi Ojol
Next Article
Dari Menteri Tito hingga Luhut, Banyuwangi Dipuji sebagai Role Model Pemerintahan Digital Nasional

Related to this topic:

Be the first to write a comment.