BANYUWANGI || Bratapos.com – Di tengah padatnya aktivitas pembangunan infrastruktur dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125, wujud nyata kepedulian dan kedekatan TNI dengan rakyat kembali tergambar jelas. Rabu (7/8/2025) pagi, anggota Satgas TMMD Kodim 0825/Banyuwangi menyempatkan diri untuk turun langsung membantu prosesi pemakaman seorang warga Dusun Silirsari, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, yang meninggal dunia.
Almarhumah Suminah (68), warga RT 04 RW 05 Dusun Silirsari, menghembuskan napas terakhirnya setelah beberapa waktu menderita sakit. Kabar duka tersebut dengan cepat menyebar di lingkungan sekitar, termasuk sampai ke telinga para personel TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD.
BACA JUGA :
Keluarga Ahli Waris Samoe Nurlatu Pasang Spanduk Larangan Aktivitas Di Lahan Pagar Seng Gunung Botak
Tanpa ragu, para prajurit yang tengah melakukan pembangunan jalan dan renovasi rumah warga (Rutilahu), segera menghentikan aktivitas mereka sejenak. Dipimpin langsung oleh Danramil Siliragung, para personel TNI ini bergegas menuju rumah duka dan ikut ambil bagian dalam prosesi pemakaman. Mulai dari pengangkutan jenazah, penggalian liang lahat, hingga membantu menyiapkan perlengkapan tahlilan, seluruhnya dilakukan dengan penuh empati dan ketulusan.
Suasana haru menyelimuti pemakaman yang digelar secara sederhana di pemakaman umum tak jauh dari lokasi proyek TMMD. Di tengah isak tangis keluarga dan tetangga, tampak para prajurit TNI ikut menundukkan kepala dalam doa, menghantarkan almarhumah ke tempat peristirahatan terakhir.
Bagi keluarga besar almarhumah, bantuan tersebut bukan hanya soal fisik, tetapi juga memberikan kekuatan moral dan emosional.
"Kami tidak menyangka TNI akan ikut terlibat sejauh ini. Mereka tidak hanya membangun jalan dan rumah, tapi juga hadir saat kami berduka. Kami merasa tidak sendiri. Terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian dan bantuannya," ungkap Siti Rohmah, anak perempuan almarhumah, dengan mata berkaca-kaca.
Kehadiran Satgas TMMD di Desa Kesilir tidak hanya memberikan manfaat secara fisik, seperti perbaikan infrastruktur desa dan peningkatan kualitas tempat tinggal warga, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai luhur bangsa: gotong royong, empati, dan solidaritas sosial.
Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi, Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos., M.Han., menegaskan bahwa program TMMD bukan semata-mata soal pembangunan sarana, tetapi juga membangun hubungan batin antara TNI dan rakyat.
"TNI lahir dari rakyat dan untuk rakyat. Kami hadir bukan hanya untuk membangun desa, tapi juga untuk merasakan apa yang dirasakan masyarakat. Musibah, suka, dan duka adalah bagian dari kehidupan bersama. Ini adalah semangat dari 'TNI adalah Kita'," tegas Letkol Arh Joko Sukoyo.
Peristiwa ini menambah catatan humanis dalam pelaksanaan TMMD ke-125. Tidak hanya membangun jembatan penghubung yang telah lama didambakan warga Silirsari, Satgas juga ikut menguatkan sendi-sendi sosial kemasyarakatan, menjelma sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat desa.
Dengan sikap sigap, ikhlas, dan menyatu dalam kehidupan warga, kehadiran Satgas TMMD membawa pesan bahwa pembangunan sejati tidak hanya terlihat dari beton yang mengeras atau rumah yang direnovasi, tetapi dari hati yang saling menguatkan.
Program TMMD di Banyuwangi tahun ini akan berlangsung hingga 21 Agustus 2025, dengan berbagai sasaran fisik dan nonfisik. Namun kisah-kisah seperti ini menunjukkan bahwa manfaatnya jauh lebih luas: membangun kepercayaan, menumbuhkan rasa aman, dan menjalin ikatan emosional antara TNI dan rakyat. (rag/bp-bwi)
Prev Article
Pembangunan Drainase di Desa Lengkong Diduga Sarat Penyimpangan, LSM WAR Soroti Anggaran
Next Article
Bupati Karimun H. Ings Iskandarsyah Resmikan Lapangan Futsal dan Jadikan Desa Gemuruh sebagai Percontohan Koperasi Merah Putih