Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

PTKN Tunjukkan Eksistensi Lewat Seni dan Budaya di Acara “Sambang Sambung Sketsa Jalanan”

Kota Madiun || Bratapos.com - Organisasi Masyarakat Petarung Kehidupan Nusantara (PTKN) terus menunjukkan eksistensinya sejalan dengan visi dan misi organisasi. Tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial dan olahraga, PTKN juga membuktikan kepeduliannya terhadap pengembangan seni dan pelestarian budaya Nusantara.

Komitmen tersebut terlihat jelas melalui kehadiran PTKN dalam acara bertajuk “Sambang Sambung Sketsa Jalanan” yang digelar di kawasan wisata Coban Kethak, pada Minggu (18/5/2024). Acara ini diprakarsai oleh Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) yang dipimpin langsung oleh tokoh seniman jalanan, Anto Baret beserta Kelompok penyanyi jalan Totok Tewel dan Marjinal.

BACA JUGA : K3TK Pulau Kundur Luncurkan KLIK TK, Kadis Pendidikan Apresiasi Upaya Penguatan Tata Kelola PAUD

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian kami terhadap seni, budaya, serta ruang ekspresi kreatif yang inklusif,” ujar Joko Bambang Setiono Ketua Umum PTKN, Senin (19/5/2025).

Menurutnya, dalam acara yang penuh semangat tersebut, hadir pula Totok Tewel—gitaris legendaris yang turut memeriahkan suasana bersama sejumlah musisi lokal lainnya. Mereka bersama-sama mempersembahkan pertunjukan musik jalanan yang memikat, sekaligus menjadi ruang apresiasi bagi seniman-seniman akar rumput.

Selain itu, Joko juga menyatakan sebagai perwakilan dari PTKN, ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus bersinergi dengan elemen masyarakat dalam mengangkat nilai-nilai seni dan budaya Indonesia.

“Kami percaya bahwa seni adalah cermin kehidupan. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membangun jembatan antara komunitas, pelaku seni, dan masyarakat luas,” imbuhnya.

Lebih jauh, Joko menyampaikan bahwa dengan semangat kolaboratif dan kepedulian terhadap lingkungan budaya lokal, PTKN membuktikan bahwa peran organisasi masyarakat tidak hanya terbatas pada ruang sosial, tetapi juga mampu menjadi bagian dari gerakan pelestarian dan pengembangan budaya bangsa. (Jhon Mongaz)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Tragedi KA Malioboro Ekspres Tewaskan 4 Orang di Magetan, Ini Pernyataan dari KAI
Next Article
Dilaporkan Dosen, Oknum Guru SMA Negeri di Situbondo Harus Berurusan Dengan Hukum

Related to this topic:

Be the first to write a comment.