Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Proyek P3TGAI Desa Omben Diduga Dikerjakan Asal-Asalan, Akibatkan Kerusakan Infrastruktur

Sampang || Bratapos.com - Program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3TGAI), yang dibiayai oleh anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur irigasi di daerah pedesaan dengan pendekatan padat karya tunai. Namun, proyek yang dilaksanakan di Desa Omben, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, diduga tidak memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga menimbulkan berbagai masalah teknis.

Proyek P3TGAI di Desa Omben, dengan anggaran sebesar Rp195.000.000, seharusnya dikerjakan sesuai dengan pedoman umum dan petunjuk teknis yang diatur dalam Peraturan Menteri PUPR No 12 Tahun 2017 dan Undang-Undang No 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Namun, hasil pengamatan media di lapangan menunjukkan adanya penggunaan pasir lokal/putih yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan teknis. Penggunaan pasir tersebut menimbulkan kerusakan pada infrastruktur irigasi yang baru saja selesai beberapa bulan lalu pada Tahun Anggaran (TA) 2024.

BACA JUGA : Janji 99% Pasien Bisa Pulang, Uang Puluhan Juta Mengalir: Dugaan Penipuan Rehabilitasi Mencuat di Malang

Menurut warga setempat yang ditemui oleh media, proyek tersebut dikerjakan dengan kualitas yang diragukan. “Sekitar 3 atau 4 bulan yang lalu, tapi saya nggak tahu siapa pelaksananya. Yang saya tahu, waktu itu memang pakai pasir lokal/putih, mungkin mereka alergi dengan pasir hitam,” ungkap salah seorang warga sembari menunjukkan kerusakan pada struktur batu yang mulai pecah.

Kerusakan yang terlihat jelas menunjukkan bahwa pasangan batu dalam proyek tersebut dikerjakan tanpa adanya pondasi yang cukup kuat, yang seharusnya diperlukan untuk mencegah kerusakan dan kemiringan. Hal ini mencurigakan, mengingat prosedur teknis yang seharusnya mengutamakan kekuatan dan kualitas bangunan irigasi.

Masyarakat setempat merasa khawatir bahwa infrastruktur irigasi ini tidak akan bertahan lama jika kualitas pengerjaannya terus dibiarkan seperti ini. Mereka menduga bahwa proyek tersebut lebih mengedepankan keuntungan ketimbang kualitas pekerjaan yang akan berdampak jangka panjang bagi petani dan warga desa.

Sementara itu, ketika awak media mencoba mengonfirmasi hal ini kepada PJ Kades Omben, Wasid, melalui pesan WhatsApp, tidak ada balasan yang diterima. Pihak desa tampaknya enggan memberikan tanggapan terkait masalah ini.

Proyek P3TGAI di Desa Omben seharusnya menjadi solusi bagi pengelolaan air irigasi yang lebih baik di wilayah tersebut. Namun, jika tidak segera ditangani, kerusakan yang terjadi dapat merugikan masyarakat yang bergantung pada sistem irigasi untuk pertanian mereka. Ke depannya, diharapkan pihak berwenang dapat menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan kualitas pengerjaan dan menindaklanjuti agar proyek serupa dapat lebih baik di masa mendatang.

pewarta : ryan

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Dugaan Kegiatan Illegal Drilling di Bojonegoro Mulai Diselidiki Aparat Penegak Hukum
Next Article
Forum Rumah Kita, Resmi Terima Kuasa Warga Terdampak Tambang di Magetan

Related to this topic:

Be the first to write a comment.