LOMBOK TENGAH,NTB||bratapos.com – Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan (PPKn) tidak cukup berhenti pada hafalan konsep dan teori di ruang kelas. Nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam perilaku nyata, termasuk dalam cara siswa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Pesan itu mengemuka dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “PPKn Berdampak melalui Edukasi Sadar Lingkungan” yang digelar tim dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FKIP Universitas Mataram (Unram) di MA Hidayatussibyan NW Sengkerang, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (22/8/2026).
BACA JUGA :
Dosen Sosiologi Unram Dampingi Guru SMAN 1 Pujut, Dorong Pembelajaran Sensitif Gender dan Berkeadilan
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pengabdian Internal Universitas Mataram tersebut menyasar guru dan peserta didik. Edukasi diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan semata persoalan kebersihan, melainkan bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Tim pengabdi dipimpin Sawaludin, S.Pd., M.Pd., bersama Muh. Zubair, M.Pd., Bagdawansyah Alqadri, S.Pd., M.Pd., dan M. Samsul Hadi, S.Pd., M.Pd. Dua mahasiswa, Maswana dan Dira Novi Santari, turut terlibat dalam kegiatan tersebut.
PPKn Tak Sekadar Teori
Kegiatan diawali pukul 08.30 WITA di ruang kelas madrasah. Materi disampaikan melalui ceramah dialogis dengan dukungan slide presentasi dan materi visual, kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok serta refleksi nilai-nilai Pancasila.
Para peserta diajak menghubungkan persoalan lingkungan yang mereka temui sehari-hari—mulai dari kebersihan sekolah hingga pengelolaan sampah—dengan nilai dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Guru juga mendapat penguatan mengenai bagaimana memasukkan isu kesadaran lingkungan ke dalam pembelajaran PPKn/Pendidikan Pancasila.
Pesan yang dibangun tim pengabdi cukup jelas: persoalan lingkungan bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga persoalan sikap, kepedulian, dan tanggung jawab warga negara.
Karena itu, pendidikan kewarganegaraan dinilai memiliki posisi penting dalam membentuk kepedulian tersebut sejak bangku sekolah.
Siswa Mulai Kaitkan PPKn dengan Lingkungan
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Siswa aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan. Sejumlah peserta bahkan mengaku sebelumnya belum menghubungkan pelajaran PPKn dengan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Setelah mengikuti kegiatan, mereka menyatakan bersedia memberikan perhatian lebih terhadap pengelolaan sampah di kelas masing-masing.
Bagi para guru, materi tersebut dinilai relevan karena memberikan konteks yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Para guru juga menyepakati penggunaan contoh kasus lingkungan di sekolah sebagai bagian dari bahan pembelajaran.
Jangan Berhenti sebagai Kegiatan Seremonial
Tim pengabdi mendorong agar edukasi tersebut tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
Madrasah didorong untuk mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam pembelajaran PPKn/Pendidikan Pancasila dan kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu, kebiasaan sederhana seperti piket kebersihan kelas juga perlu diperkuat.
Tim juga mendorong penjajakan kerja sama dengan pemerintah desa, dinas lingkungan hidup, maupun melalui program Adiwiyata.
Melalui program “PPKn Berdampak”, tim dosen Unram ingin menunjukkan bahwa nilai Pancasila seharusnya tidak berhenti sebagai pengetahuan yang dihafalkan siswa.
Nilai Pancasila harus terlihat dalam tindakan.
Salah satunya melalui kepedulian terhadap lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar.
Dengan demikian, pendidikan kewarganegaraan tidak hanya membentuk siswa yang memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, tetapi juga mendorong lahirnya kebiasaan konkret untuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Prev Article
Dosen PPKn FKIP Unram Edukasi Siswa MTs Hidayatussibyan NW Sengkerang Waspadai Pengaruh Film Animasi terhadap Persatuan Bangsa
Next Article
Dosen Sosiologi Unram Dampingi Guru SMAN 1 Pujut, Dorong Pembelajaran Sensitif Gender dan Berkeadilan