LOMBOK TENGAH,NTB||bratapos.com — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), FKIP Universitas Mataram (Unram), mengajak para siswa MTs Hidayatussibyan NW Sengkerang, Kabupaten Lombok Tengah, untuk lebih kritis dalam menyikapi berbagai tayangan film animasi yang mereka konsumsi di era digital...(22/8/26)
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan “Sosialisasi Ancaman Film Animasi terhadap Disintegrasi Bangsa” yang digelar di MTs Hidayatussibyan NW Sengkerang, Sabtu (22/8/2026). Puluhan siswa mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.
BACA JUGA :
Dosen Sosiologi Unram Dampingi Guru SMAN 1 Pujut, Dorong Pembelajaran Sensitif Gender dan Berkeadilan
Kegiatan pengabdian ini diketuai Bagdawansyah Alqadri, S.Pd., M.Pd., bersama anggota tim yang terdiri atas Dr. L. Sumardi, M.Pd., Muh. Zubair, M.Pd., Edy Kurniawansyah, S.Pd., M.Pd., Lianda Dewi Sartika, S.Pd., M.Pd., dan Nurlatifa, S.Pd., M.Pd. Dua mahasiswa PPKn, Isma Nova Liana dan Dzian Jul Makkiah, turut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Program ini didanai melalui PNBP Universitas Mataram dalam skema Karya Dosen yang Dimanfaatkan Masyarakat.
Dorong Siswa Lebih Kritis Menonton Film Animasi
Bagdawansyah Alqadri menjelaskan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi semakin tingginya intensitas anak-anak dalam mengakses film animasi melalui televisi, YouTube, maupun berbagai platform media sosial berbasis video.
Menurutnya, tingginya konsumsi tayangan digital perlu diimbangi dengan kemampuan literasi media. Sebab, tidak seluruh tayangan animasi yang dikonsumsi anak-anak mengandung pesan edukatif dan nilai yang selaras dengan kehidupan bermasyarakat.
“Tidak semua film animasi yang ditonton anak-anak bersifat edukatif. Ada yang menampilkan individualisme berlebihan, kekerasan simbolik, dan nilai budaya yang tidak selaras dengan Pancasila. Kalau diterima begitu saja, lama-kelamaan hal ini bisa melemahkan rasa persatuan dan kebersamaan,” jelas Bagdawansyah.
Karena itu, siswa tidak hanya diberikan pemahaman mengenai dampak tayangan, tetapi juga diajak membangun kemampuan untuk mengenali, memahami, dan menyaring pesan yang terdapat dalam sebuah film animasi.
Film Animasi Dibedah Bersama Siswa
Kegiatan berlangsung dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Para pemateri tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga memutar serta membedah sejumlah cuplikan film animasi bersama para siswa.
Dalam sesi tersebut, siswa diajak mengidentifikasi berbagai pesan, simbol, karakter, serta nilai yang muncul dalam tayangan. Selanjutnya, siswa diarahkan untuk menghubungkannya dengan nilai-nilai Pancasila, kebhinekaan, persatuan, dan kehidupan sosial sehari-hari.
Diskusi berlangsung interaktif. Para siswa diberikan kesempatan menyampaikan pendapat dan pandangan mereka mengenai tayangan yang telah ditonton.
Keterlibatan mahasiswa PPKn dalam kegiatan tersebut juga turut memperkuat suasana diskusi. Mahasiswa membantu memandu siswa agar lebih aktif dalam mengemukakan pendapat sekaligus memahami pentingnya literasi media.
Guru Juga Mendapat Pendampingan
Selain menyasar siswa, tim pengabdian juga memberikan bahan sosialisasi mengenai literasi media dan wawasan kebangsaan, sekaligus pendampingan singkat kepada para guru.
Langkah tersebut dilakukan agar edukasi mengenai literasi media tidak berhenti setelah kegiatan pengabdian selesai. Pihak madrasah diharapkan dapat melanjutkan pembelajaran serupa secara mandiri sesuai kebutuhan siswa.
“Kami berharap madrasah semakin kuat perannya sebagai benteng pendidikan karakter dan kebangsaan di era digital,” kata Bagdawansyah.
Menurut tim pengabdian, kemampuan menyaring informasi dan tayangan digital menjadi bagian penting dari pendidikan karakter generasi muda. Siswa diharapkan tidak hanya menjadi konsumen tayangan, tetapi juga mampu memahami pesan yang terkandung di dalamnya secara kritis.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama antara tim pengabdi, guru, dan para siswa MTs Hidayatussibyan NW Sengkerang.
Hasil kegiatan pengabdian tersebut selanjutnya akan dipublikasikan dalam bentuk artikel ilmiah pada jurnal nasional. Sementara itu, pihak mitra juga akan menerbitkan surat pernyataan pemanfaatan hasil pengabdian sebagai bentuk keberlanjutan program.
Melalui kegiatan tersebut, tim PPKn FKIP Unram berharap literasi media dapat semakin diperkuat di lingkungan pendidikan, sehingga generasi muda memiliki kemampuan untuk menyikapi perkembangan teknologi dan berbagai konten digital secara kritis, bijak, serta tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila dan persatuan bangsa.