Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Pengunjung TWA Kawah Ijen Dibatasi 2.000 Orang per Hari, Ini Alasan dan Data Kunjungannya

BANYUWANGI, BRATAPOS.com — Pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen resmi membatasi jumlah kunjungan wisatawan maksimal 2.000 orang per hari. Kebijakan ini mulai diterapkan sebagai langkah mitigasi keselamatan sekaligus menjaga kelestarian kawasan, menyusul aktivitas kawah yang masih mengeluarkan asap vulkanik.

Kepala Seksi KSDA Wilayah V Banyuwangi, Dwi Putro Sugiarto, menjelaskan bahwa pembatasan dilakukan melalui sistem pemesanan tiket daring (online booking). Ketika kuota harian telah terpenuhi, sistem akan secara otomatis menutup pendaftaran bagi calon pengunjung.

BACA JUGA : HUT ke-81 TNI, BPP PERADIN: TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat

“Pembatasan ini merupakan langkah antisipatif agar tidak terjadi penumpukan wisatawan, baik di jalur pendakian maupun di area kawah, serta memudahkan pengawasan apabila terjadi kondisi darurat,” ujar Dwi Putro, Minggu (11/1/2026).

Menurut pengelola, kebijakan kuota harian juga bertujuan meningkatkan efektivitas pengendalian risiko, mengingat adanya potensi bahaya berupa gas beracun, longsor dinding kawah, serta peningkatan aktivitas tremor dari dasar kawah.

Wisatawan diimbau untuk selalu:

▪︎ Mengecek kuota kunjungan melalui aplikasi resmi sebelum datang

▪︎ Menggunakan masker sesuai standar keselamatan

▪︎ Mematuhi arahan petugas di lapangan

▪︎ Menjaga jarak aman 500 meter dari dasar kawah.

BBKSDA Jawa Timur mencatat, selama periode libur panjang akhir tahun 2025, total kunjungan ke TWA Kawah Ijen mencapai 8.952 orang. Dari jumlah tersebut, 91,8 persen atau 8.223 pengunjung merupakan wisatawan domestik, sementara wisatawan mancanegara hanya 8,2 persen.

Puncak kunjungan (peak season) tercatat pada Sabtu, 27 Desember 2025, dengan jumlah 1.243 pengunjung. Lonjakan juga terjadi saat Hari Raya Natal dengan 808 pengunjung, dibanding hari normal yang berkisar antara 300–500 orang per hari.

Menjelang pergantian tahun, jumlah wisatawan cenderung menurun. Pada 31 Desember 2025 (malam tahun baru), kunjungan mencapai titik terendah kedua dengan 591 orang, karena masyarakat lebih memilih merayakan malam pergantian tahun di lokasi lain.

Namun, setelah Tahun Baru 2026, jumlah kunjungan kembali meningkat (rebound) menjadi 744 pengunjung, menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk berwisata di hari pertama tahun baru.

Dalam rangka menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan, petugas melakukan sosialisasi SOP pendakian melalui pengeras suara, sekaligus mengingatkan pengunjung agar selalu waspada terhadap potensi bahaya alam.

Selain itu, pengelolaan sampah dilakukan secara ketat. Petugas membagikan kantung plastik kepada pengunjung dan pelaku wisata di titik awal pendakian, lalu memastikan kantung tersebut dibawa kembali saat turun.

Petugas juga disiagakan di kawasan Kalipait, yang saat ini ditutup untuk kunjungan wisata, guna memastikan tidak ada pengunjung yang menerobos area terlarang.

“Kami mengimbau seluruh pengunjung untuk mematuhi aturan yang berlaku, menjaga kebersihan, serta mengutamakan keselamatan selama berada di kawasan TWA Kawah Ijen,” tegas Dwi Putro.

Dengan penerapan sistem kuota dan pengawasan ketat, diharapkan aktivitas wisata di TWA Kawah Ijen Banyuwangi tetap berjalan aman, tertib, dan berkelanjutan, tanpa mengorbankan keselamatan pengunjung maupun kelestarian alam. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
GenRun Banyuwangi 2026 Gaet 1.400 Pelari Lintas Daerah, Sport Tourism Lokal Kian Bergeliat
Next Article
Viral Video Warga Ungkap Jembatan Alasbulu Ambrol, Polisi Pasang Barier & Batasi Kendaraan Besar

Related to this topic:

Be the first to write a comment.