Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Pasar Murah di DPRD Deliserdang Dinilai Lebih Menguntungkan Orang Kaya, Warga Miskin Kecewa

Deli serdang | Bratapos.com – Program pasar murah yang digelar Ketua DPRD Kabupaten Deliserdang bersama anggota dewan menuai kecaman. Alih-alih berpihak kepada masyarakat kecil, kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor DPRD Deliserdang pada Rabu (10/09/2025) sekitar pukul 14.00 WIB itu justru dinilai lebih menguntungkan kalangan menengah ke atas dan staf internal DPRD.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, pasar murah menawarkan paket sembako seharga Rp80 ribu berisi 5 kilogram beras Bulog SPHP, 1 kilogram minyak goreng, gula pasir, beberapa butir telur ayam, dan beberapa bungkus mi instan. Namun, sejumlah warga Lubuk Pakam mengaku kecewa karena tidak bisa mendapatkan paket tersebut.

BACA JUGA : Pesanan Kostum BEC 2026 Membludak, Desainer dan Pengrajin Banyuwangi Panen Rezeki

NS (48), warga Lubuk Pakam, menuturkan dirinya bersama ibu-ibu lain sudah datang ke lokasi membawa Kartu Keluarga (KK) seperti yang diarahkan. Namun, sesampainya di kantor DPRD, panitia justru menanyakan kupon yang tidak pernah mereka terima.

“Kami disuruh datang bawa KK, tapi sampai di lokasi malah ditanya kupon. Dari mana lagi kami dapat kupon itu? Ternyata yang dapat justru staf DPRD, pegawai, dan orang yang bermobil. Kami masyarakat miskin malah tidak kebagian,” kesal NS.

Kekecewaan semakin memuncak ketika warga menyaksikan langsung banyak staf DPRD membeli paket sembako dalam jumlah besar, sementara warga umum dipinggirkan.

“Kalau memang niat membantu rakyat kecil, mestinya masyarakat umum diutamakan. Tapi kenyataannya, pasar murah ini lebih untuk kepentingan kelompok mereka sendiri,” ujar seorang warga lain dengan nada geram.

Warga mengaku mendapat informasi pasar murah dari kabar mulut ke mulut pada pagi hari. Namun saat mereka datang, panitia mengatakan kupon sudah habis.

 “Kami datang dengan harapan bisa terbantu. Tapi yang terjadi malah sakit hati. Untuk apa diumumkan kalau ujung-ujungnya hanya staf dan honorer DPRD yang dapat kupon?” tambah warga dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DPRD Kabupaten Deliserdang terkait protes masyarakat tersebut.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
PDAM Kabupaten Purwakarta Rencana Bisnis Baru Akan Memperluas Wilayah Pelayanan Air Bersih Untuk Warga
Next Article
Ini Pesan Kasatlantas Polres Sumenep Penilaian Kampung Tertib Lalulintas Dalam Rangka HUT Lalu Lintas ke-70

Related to this topic:

Be the first to write a comment.