Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Lima Dadak Merak Reyog Ponorogo, Di Tampilkan Dalam Grebeg Selo Desa Kupuk Bungkal

PONOROGO || bratapos.com - Rangkaian Grebeg Selo Desa Kupuk Kecamatan Bungkal, Ponorogo,  Mulai dari Sedekah Bumi , Seni jaranan kreasi Turonggo Wulung, Reyog yang semua itu merupakan milik Desa Kupuk. Dan acara puncak dari Rangkaian Grebeg Selo yakni Pagelaran Wayang Kulit. Jum'at, (23/05/2025).

Kegiatan sakral Sedekah Bumi, dengan prosesi menyembelih kambing di Sendang Tunggul Wulung ini menjadi pembuka serangkaian acara budaya yang digelar Pemdes Kupuk bersama warga sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta upaya melestarikan warisan leluhur.

BACA JUGA : Retak Rambut" di Jalan Rp7,9 Miliar — Kontraktor Tenang, Warga Resah, Dinas PU Diminta Turun Cek

Kepala Desa Kupuk, Agus Setyono, S.Pd., mengatakan, rangkaian kegiatan berlangsung selama 3 (tiga) hari.

“Hari ini Acara sedekah bumi, dengan prosesi menyembelih kambing, selanjutnya, pentas seni reyog, seni onta, dan malamnya digelar pertunjukan gajah-gajahan, Dan Sabtu malem Minggu besok kesenian Jaranan Kreasi Turonggo Wulung, kesenian yang kita tampilkan ini semua binaan dari Pemerintah Desa Sendiri," ujar Agus.

Sementara puncak acara digelar Minggu malam, dengan pagelaran wayang kulit yang dilanjut prosesi ruwatan murwokolo sebagai simbol tolak bala dan harapan keselamatan warga.

Menurut Agus, tradisi Grebeg Selo telah berlangsung secara turun-temurun dari nenek moyang, dan ini menjadi agenda rutin tahunan yang dinantikan masyarakat.

“Selain sebagai bentuk syukur dan pelestarian budaya, tujuan kami juga untuk menampilkan kesenian budaya milik kita dan pariwisata di Desa Kupuk. Karena semua jenis kesenian ini memang sudah tumbuh dan berkembang di sini,” jelasnya.

Kegiatan ini disambut antusias warga serta diharapkan menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu mengangkat perekonomi lokal Desa Kupuk. (Jaya).

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Purwakarta Musnahkan 3.205 Berkas Arsip Dinamis, Menjaga Sejarah dan Membuka Ruang Baru
Next Article
Oknum Kades di Pulau Bawean Gresik Ditangkap Polisi

Related to this topic:

Be the first to write a comment.