Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Lagi-Lagi Proyek Dana Desa Baturasang Dipersoalkan, Pekerjaan Drainase dan Rabat Beton Retak dalam Waktu Singkat

Sampang || Bratapos.com - Proyek pembangunan infrastruktur yang menggunakan dana desa di Baturasang kembali di pertanyakan oleh masyarakat setempat. Setelah sebelumnya dua pekerjaan saluran drainase dekat SD Baturasang dengan menghabiskan  anggaran Rp. 204.063.100,- mendapat sorotan karena mengalami keretakan dalam waktu hanya dua bulan, kini masalah serupa muncul pada proyek rabat beton di dusun lain nya.

Proyek rabat beton yang baru saja selesai dikerjakan dua bulan lalu, dengan anggaran yang mencapai Rp. 151.000.000,- kondisinya sangat memprihatinkan. Masyarakat menilai hasil pekerjaan tersebut jauh dari kata layak dan tidak sesuai dengan harapan, karena ditemukan banyak keretakan parah sepanjang ruas jalan yang baru dibangun.

BACA JUGA : Kemen HAM RI Perkuat Sinergi Lintas Sektoral untuk Pemajuan HAM di Jawa Timur

Ketika tim media melakukan monitoring di lapangan, tampak jelas bahwa kualitas pekerjaan tersebut sangat buruk. "Masya Allah, pekerjaan dengan dana sebesar ini, tapi hasilnya jauh dari harapan. Keretakannya begitu parah dan tersebar di sepanjang jalan," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Saat dikonfirmasi terkait masalah ini, PJ Kepala Desa Baturasang, Zahro, menyatakan kesiapannya untuk memperbaiki kondisi rabat beton tersebut. "Iya, siap akan diperbaiki," ujarnya. Namun, ketika disinggung mengenai penyebab keretakan, Zahro mengakui bahwa proyek rabat beton itu tidak menggunakan kawat cor yang seharusnya menjadi penguat struktur. "Tadek kabe'nya itu akan saya sampaikan ke tim nanti," tambahnya. Rabu (02/10/24)

Permasalahan ini memicu kecurigaan adanya indikasi penyelewengan anggaran atau korupsi, mengingat besarnya dana yang digunakan namun tidak sebanding dengan kualitas hasil pekerjaan. Dengan anggaran sebesar Rp. 151 juta, seharusnya pekerjaan rabat beton bisa lebih kokoh dan tahan lama, terutama mengingat bahwa infrastruktur ini baru berusia dua bulan.

"Ini bukan sekadar masalah teknis, tapi ada dugaan kuat bahwa pengelolaan dana desa tidak transparan dan tidak sesuai dengan peruntukan. Bagaimana mungkin dengan dana sebesar itu, hasilnya justru jauh dari standar kualitas yang layak?" ungkap seorang pengamat pembangunan lokal yang juga menyayangkan hal ini.

Masyarakat berharap agar pihak berwenang, termasuk Inspektorat dan aparat penegak hukum, segera turun tangan untuk menyelidiki lebih lanjut penggunaan dana desa di Baturasang. Jika terbukti ada penyimpangan, maka pihak-pihak yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban agar kasus serupa tidak terus terulang di masa mendatang.(Mufar)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Serah Terima Pataka Pejabat Kapolda NTB dari Irjen Pol Umar Faruq Kepada Irjen Pol Hadi Gunawan
Next Article
Ketum BPI KPNPA RI Pantau Kasus Korupsi Dana Bosda Disdikpora Lingga, Apresiasi Respon Cepat Kapolda Kepri Terhadap Masyarakat

Related to this topic:

Be the first to write a comment.