Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Kisruh SPMB SMA di Kota Madiun : Nilai Tinggi Tersingkir, Wali Murid dan LSM Protes Keras

Kota Madiun || Bratapos.com - Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA di Kota Madiun kembali menuai sorotan. Polemik muncul setelah sejumlah wali murid mengeluhkan ketidakjelasan sistem seleksi, terutama pada jalur pemenuhan kuota. 

Diduga, sistem yang diterapkan justru mengabaikan aspek keadilan, dengan siswa yang memiliki nilai tinggi justru tidak lolos seleksi.

BACA JUGA : Karang Taruna Kelapa Dua Bergerak Cepat Salurkan Bantuan ke Warga Jatiwaringin Terdampak Asap Sampah

Dany, salah satu wali murid, menyampaikan kekecewaannya karena anaknya yang meraih nilai 85,22 gagal diterima. “Informasinya dari Dindik Jatim, seleksi berdasarkan nilai tanpa melihat domisili. Tapi faktanya hari ini anak saya kalah dari yang nilainya lebih rendah,” ujarnya, Selasa (01/07/2025).

Kritik juga datang dari LSM Wahana Keadilan Rakyat (WKR). Ketua WKR, Budi Santosa, menilai sistem SPMB perlu dievaluasi secara serius. Ia menyebut adanya laporan siswa dengan nilai 84,42 yang juga gagal lolos. 

“WKR mengecam keras kondisi ini. Saya tidak yakin sistemnya berjalan transparan. Ini layak dibawa ke ranah hukum,” tegas Budi.

Menanggapi polemik tersebut, Humas SMAN 6 Kota Madiun, Mawar Banconowati, menjelaskan bahwa pagu di sekolahnya telah terpenuhi dengan total 41 siswa diterima. Nilai terendah yang diterima tercatat 83. 

“Pemenuhan pagu berjalan otomatis melalui sistem. Tidak ada pemilahan berdasarkan domisili siswa,” jelas Mawar.

Polemik tersebut menambah daftar panjang keluhan masyarakat terhadap pelaksanaan SPMB tahun 2025, dan menjadi sinyal kuat perlunya evaluasi menyeluruh dari pihak terkait. (Jhon Mongaz)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Upacara Hari Bhayangkara ke-79 di Madiun, Wujud Sinergi Polri dan Masyarakat Menuju Transformasi Nasional
Next Article
Bupati Bojonegoro Dorong Petani Milenial, Wujudkan Kemandirian Ekonomi Pertanian

Related to this topic:

Be the first to write a comment.