GRESIK || Bratapos.com. Spirit masyarakat Gresik agar dapat pekerjaan ternyata masih banyak, hal itu terlihat dari data yang ada. Sesuai data di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik, yang mengikuti kegiatan perekrutan langsung yang mempertemukan mereka dengan sejumlah perusahaan besar diikuti oleh 214 peserta secara langsung, sementara 635 orang telah mendaftar secara daring melalui platform GRESIKERJA.
Kepala Disnaker Gresik, menyampaikan bahwa kegiatan kali ini diikuti oleh 214 peserta secara langsung, sementara 635 orang telah mendaftar secara daring melalui platform GRESIKERJA.
BACA JUGA :
Aspal atau Sekadar Tabur Pasir? Proyek Pengaspalan Desa Gombang Tulungagung Disorot, Pengendara Kerap Terjatuh
“Antusiasme masyarakat ini menunjukkan tingginya minat warga lokal untuk memanfaatkan peluang kerja yang difasilitasi oleh pemerintah daerah. Ini capaian positif karena dapat mempertemukan langsung pencari kerja dengan perusahaan tanpa perantara,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan perekrutan langsung ini sejalan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2022 dan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 71 Tahun 2024 yang menargetkan penyerapan tenaga kerja lokal minimal 60 persen di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Gresik.
“Kami ingin memastikan bahwa warga Gresik mendapatkan prioritas kesempatan kerja di daerahnya sendiri,” tambahnya.
Zainul menjelaskan bahwa kegiatan perekrutan semacam ini bukan yang pertama. Sepanjang tahun 2025, Disnaker Gresik telah tujuh kali menggelar agenda serupa, dengan jumlah peserta yang terus meningkat dari waktu ke waktu.
“Target kami kegiatan seperti ini bisa digelar dua kali dalam sebulan. Namun, tentu kami tetap memperhatikan kesiapan dari pihak perusahaan agar pelaksanaannya berjalan optimal,” jelasnya.
Ia juga menilai bahwa tren pelaksanaan perekrutan langsung menunjukkan peningkatan dari sisi jumlah pelamar maupun kualitas kandidat yang datang.
“Contohnya di Indomarco, pendaftarnya mencapai 70 orang, padahal kebutuhan hanya 20 posisi. Jadi peluang keterima bisa mencapai 50 persen, tergantung kecocokan dan kualifikasi masing-masing pelamar,” ujar Zainul.
Salah satu peserta, M. Agus Mabrur (23), mengaku senang bisa mengikuti kegiatan perekrutan langsung ini. Ia menilai program tersebut sangat membantu masyarakat yang sedang mencari pekerjaan, terutama bagi mereka yang tidak ingin repot melamar ke banyak perusahaan satu per satu.
“Saya baru pertama kali ikut kegiatan seperti ini dan ternyata prosesnya mudah. Cukup datang ke Disnaker, bawa berkas lamaran, dan langsung wawancara dengan HRD perusahaan. Kesempatan seperti ini jarang, jadi saya nggak mau melewatkan,” ujarnya.
Lima Perusahaan Buka 50 Lowongan
Dalam kegiatan kali ini, lima perusahaan besar membuka total 50 lowongan kerja untuk berbagai posisi strategis. Berikut rinciannya:
PT. Mega Global Food Industry (Kokola)
Membuka posisi Foreman Maintenance (1 orang), Operator Quality Assurance (2 orang), dan Operator Packing Mesin (2 orang).
BTPN Syariah
Membuka 15 posisi Community Officer yang bertugas membantu pemberdayaan ekonomi masyarakat.
PT. Fokus Jasa Mitra
Menyediakan lowongan untuk Fire Engineer (1 orang), Tenaga Agronomis (2 orang), dan Videografer (2 orang).
PT. Varia Usaha Fabrika (VUFA)
Membuka posisi Territory Sales & Collecting Staff (3 orang) serta Sales Project (2 orang).
PT. Indomarco Prismatama (Indomaret) Cabang Gresik
Menjadi perusahaan dengan jumlah lowongan terbesar, yakni 20 posisi Crew Store.
Dikesempatan yang lain, Brata Pos juga mewawancarai pegiat media sosial, sekaligus ketua LSM LPB, yang mendukung penuh langkah Disnaker dalam hal pro aktif mengumpulkan data-data perusahaan yang membuka lowongan tenaga kerja, serta menginformasikan kepada masyarakat.
Bukan hanya itu Novan sapaan akrab pria yang punya aksen tegas tersebut, menyoroti perlunya iklim investasi yang kondusif di Gresik, sehingga mampu menjadi daerah penyumbang investasi terbesar di Provinsi Jatim, yang jumlah investasi masuk baik PMA dan PMDN menyentuh angka di level 37,91T.
"Tentunya dengan jumlah investasi jumbo diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal secara maksimal yakni 60%," tegasnya Kamis 16 Oktober 2025.
Selain itu Novan menekankan benefit dari terciptanya iklim investasi yang kondusif mampu mendongkrak terciptanya ekosistem ekonomi circular, di kawasan industri yang bersangkutan mengenai maraknya gerakan yang mendatangi perusahaan perusahaan secara langsung untuk meminta di pekerjakan.
"Saya dengan tegas kurang sependapat, ya itu tadi kita harus menjaga iklim investasi daerah kita supaya tetap kondusif," cetusnya. (Jamal Sintaru)
Prev Article
Tumbuh Pesat, Pengguna Kereta Api ke Banyuwangi Dongkrak Renovasi Tiga Stasiun Bernuansa Adat Osing
Next Article
Diduga Sewakan Tanah Kas Desa Tanpa Prosedur, Kades Bayu Dilaporkan ke Polisi..!!