Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Diserahkan Presiden Jokowi, Banyuwangi Raih Penghargaan Kabupaten dengan SPBE Terbaik

Banyuwangi, brtapos.com – Upaya Pemkab Banyuwangi dalam melakukan digitalisasi pelayanan publik mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat. Kabupaten Banyuwangi ditetapkan sebagai kabupaten terbaik dalam indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Jakarta, pada Senin (27/05/2024).

BACA JUGA : Perkim kota Pasuruan sosialisasikan DED Paket Pekerjaan infrastruktur Permukiman 2026

Pada evaluasi SPBE ini, Banyuwangi mendapatkan indeks sebesar 4,50 dari skala 5 atau yang tertinggi untuk kategori kabupaten seluruh Indonesia. Penilaian SPBE terdiri atas 47 indikator yang membentuk ekosistem digital di suatu instansi. Penilaian dilakukan dengan melibatkan 30 perguruan tinggi untuk menjamin prinsip independen dan obyektif, yang selanjutnya difinalisasi oleh Tim Koordinasi SPBE Nasional yang terdiri atas Kementerian Kominfo, Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, BSSN, dan BRIN. Sejumlah indikator yang dinilai, antara lain; perencanaan strategis, inovasi proses bisnis, manajemen data, audit keamanan, pengadaan barang/jasa berbasis elektronik, layanan pengaduan publik, pemantauan kinerja pegawai, manajemen aset, kolaborasi penerapan SPBE, hingga layanan publik sektoral seperti untuk pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Banyuwangi unggul pada seluruh domain penilaiannya. Pada domain kebijakan meraih 4,70; domain tata kelola 4,20; domain manajemen 3,91; dan domain layanan 4,82. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersyukur, Kabupaten Banyuwangi kembali mendapatkan penilaian baik pada evaluasi SPBE. “Alhamdulillah, tadi Presiden Jokowi memacu seluruh daerah untuk terus memperbaiki kinerja, Terutama menyempurnakan sistem elektronik, baik pada administrasi pemerintahan maupun pelayanan publik,” ujar Bupati Ipuk. Bagi Bupati Ipuk, penghargaan ini menjadi motivasi dalam meningkatkan pelayanan publik berbasis digital. “Ini semakin memotivasi kami untuk melakukan digitalisasi pelayanan, dan yang terutama adalah terintegrasi. Tidak perlu banyak aplikasi, namun cukup satu atau dua namun saling terintegrasi," kata Bupati Ipuk. Di Banyuwangi sendiri, penerapan SPBE dilakukan untuk pelayanan publik dan layanan di intra pemerintahan. Untuk pelayanan publik diterapkan dalam Aplikasi Smart Kampung. Smart Kampung dikembangkan sejak 2016 untuk mendorong budaya digital hingga tingkat desa. Pada Aplikasi Smart Kampung, selain untuk pelayanan publik terkait kependudukan, juga digunakan untuk permasalahan bantuan sosial, pendidikan, hingga kesehatan. “Bahkan kami telah mulai secara bertahap dan mendorong penerapan SPBE hingga ke level desa, dimulai dari sejumlah desa,” jelas Bupati Ipuk
Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Kepala Dinas PUPR Serukan Perawatan Jalan Gus Dur yang Baru Selesai Diperbaiki
Next Article
Ngantor di Dua Desa Sekaligus, Bupati Ipuk Geber Program Penguatan Ekonomi Arus Bawah

Related to this topic:

Be the first to write a comment.