Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Dinas PU Bojonegoro Disinyalir,Tutup Mata Terkait Mangkraknya Pengerjaan Pembangunan Jembatan .

 

BOJONEGORO || Matraman-Bratapos.com - Proyek pelebaran jembatan penghubung antara Desa Jatiblimbing-Sumberjokidul, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Jawa Timur, terancam mangkrak. 

BACA JUGA : Pimred BRATA POS MEDIA Dr. Zaibi Susanto Ucapkan Selamat Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur

 

Padahal jelang akhir tahun anggaran, sudah sepenuhnya jika pembangunan sarana dan prasarana fasilitas publik yang menelan uang rakyat senilai 1,8 milyar rupiah itu dikebut pengerjaannya oleh pihak Kontraktor bersama Dinas Pekerjaan Umum Bojonegoro. 

 

Parahnya lagi, selaku pengguna dan penanggungjawab anggaran atas proyek tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum ( PU) Bina Marga Kabupaten Bojonegoro justru terkesan tutup mata ketika persoalan tersebut dipertanyakan. 

 

Bungkamnya orang nomer satu di Kantor Dinas Pekerjaan Umum ( PU) Bina Marga dan Penataan Ruang itu, seakan menunjukkan adanya skandal dugaan konspirasi ajang bisnis terselubung dibalik kegiatan pembangunan infrastruktur di Kabupatan penghasil APBD terbesar nomer 2 se Provinsi Jawa Timur. 

 

Dalam hal ini, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Bojonegoro disinyalir turut cawe-cawe ketika lelang berlangsung di ULP (Unit Layanan Pengadaan). Sehingga, tender atas proyek tersebut bisa dimenangkan oleh kontraktor berbendera CV Karya Ragil Putra asal luar kota yang belum jelas track recordnya.

 

Berdasarkan informasi, pagu anggaran proyek pelebaran jembatan tersebut senilai Rp 1.817.985.000,00 yang bersumber dari APBD Bojonegoro tahun 2024. Kemudian saat masuk proses lelang pekerjaan dimenangkan oleh CV Karya Ragil Putra dengan nilai tawar Rp1.454.343.662,42.

 

“Sejak dari kemarin tak ada kegiatan, entah dilanjutkan apa tidak pembangunannya.” ucap Warso salah satu warga sekitar lokasi pembanguan jembatan. Minggu, 20 Oktober 2024.

 

Senada dengan Warso, Kepala Desa Jatiblimbing, Tedy Fery Sandriya, mengaku prihatin dengan situasi situasi ini. Sebagai pemimpin Desa, ia merasa terbebani karena harus menjelaskan kepada warga yang terganggu aktivitasnya akibat jembatan yang tidak kunjung selesai. 

 

"Saya menekan ke CV karena itu akses utama ke Balai Desa, tolonglah dipercepat. CV-nya bukan orang Bojonegoro, milik orang luar provinsi," ucapnya, 

 

Sementara itu, hingga berita ini dilansir, sejak kemarin Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bojonegoro masih memilih bungkam ketika dimintai penjelasan terkait persoalan tersebut.(Bersambung)

 

Pewarta SM/BR

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Selamat dan Sukses Atas Dilantiknya Prabowo Subianto & Gibran Rakabuming Raka Sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2024-2029
Next Article
Arogansi kepala desa menilo dan pemilik tambang galian c di desa menilo

Related to this topic:

Be the first to write a comment.