Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Diduga Kepala Sekolah SMK PGRI 2 Kudus Buat LPJ Fiktif

KUDUS || Bratapos.com - Dunia pendidikan yang saat ini sedang menjadi sorotan publik, dimana harapan masyarakat agar pemerintah mampu membuat berbagai kebijakan yang memihak pada masyarakat luas. Terkait biaya pendidikan agar bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat, dari tingkat bawah sampai tingkat atas.

BACA JUGA : Silpa APBD 2025 Kota Madiun Tembus Rp154 Miliar, DPRD Minta Jadi Evaluasi Serius

Namun dari harapan itu malah menjadikan oknum guru berperilaku yang tidak terpuji. Dimana ada salah satu Sekolah di Kudus yang mendapat kepercayaan dari pemerintah melalui Kementrian Pendidikan.
Yakni dana Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) telah diduga dikorupsi dengan cara membuat LPJ fiktif.

Seharusnya, suatu kebanggaan besar untuk Sekolah SMK PGRI 2 Kudus diberi kepercayaan oleh Kementerian Pendidikan dimana program ADEM diperuntukkan untuk anak didik dari Irian Jaya (Papua) untuk ikut mengenyam pendidikan tingkat menengah yang dibiayai oleh Kementerian Pendidikan.

Ketika isu tersebut mulai hangat menjadi perbincangan publik, akhirnya rekan rekan media mencoba mengklarifikasi melalui via telepon. Saat itu awak media tersambung oleh Kabid Diksus Dinas Pendidikan Provinsi.

"Kita akan cek ulang atas kebenarannya, dan apabila memang benar ditemukan kebenarannya, maka yang bersangkutan dipastikan akan terkena sangsi atas perbuatannya," terang Sunarto melalui telepon WhatsApp.

Kemudian awak media mencoba konfirmasi ke kepala sekolah SMK PGRI 2 Kudus, melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp, 'Hari Minggu kita jadwalkan untuk bertemu', pesan tersebut diterima rekan media hari Jumat, namun dihari Sabtu (14/01/2024).

Namun secara tiba-tiba mengirim pesan singkat di WhatsApp, 'pertemuan hari Ahad kita batalkan', tanpa ada alasan yang jelas dari pihak kepala Sekolah. (Nazar)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi dan Pakar Forensik Kombes Dr. Summy Hastry Dinobatkan Menjadi Tokoh Inspiratif Jateng 2023
Next Article
Polres Blora Gelar Konferensi Pers Penindakan Knalpot Brong

Related to this topic:

Be the first to write a comment.