Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Bupati Ipuk Dorong Puskesmas Jadi “Mall Orang Sehat”, Perkuat Layanan Preventif di Banyuwangi

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Bupati Ipuk Fiestiandani terus mendorong transformasi layanan kesehatan di Kabupaten Banyuwangi melalui program “Mall Orang Sehat” di puskesmas. Konsep ini menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif, agar masyarakat tidak hanya datang berobat saat sakit, tetapi juga rutin memeriksakan kesehatan sejak dini.

Saat meninjau layanan Mall Orang Sehat di Puskesmas Sambirejo, Kecamatan Bangorejo, Sabtu (21/2/2026), Ipuk menegaskan, perubahan paradigma layanan kesehatan menjadi kebutuhan mendesak.

BACA JUGA : Kepala lapas Kelas 1 Surabaya Perketat Penjagaan Guna Antisipasi Di Blok Chandrapura

“Fasilitas ini kita dorong agar masyarakat tidak hanya datang berobat saat sakit, tetapi juga rutin mengecek kesehatannya saat sehat. Deteksi dini sangat penting,” ujar Ipuk.

Menurut Ipuk, selama ini layanan kesehatan masih didominasi pendekatan kuratif (pengobatan). Akibatnya, banyak warga baru datang ke fasilitas kesehatan ketika kondisi sudah memburuk.

Padahal, pencegahan dan deteksi dini penyakit, terutama penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung, memiliki dampak besar dalam menekan angka kesakitan sekaligus beban pembiayaan kesehatan.

“Kunjungan ini sekaligus memastikan layanan berjalan baik, serta melihat langsung fasilitas promotif dan preventif yang tersedia bagi masyarakat,” tambahnya.

Transformasi puskesmas menjadi Mall Orang Sehat merupakan strategi jangka panjang Pemkab Banyuwangi, untuk meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus memperkuat sistem kesehatan berbasis komunitas.

Di Mall Orang Sehat, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan pemeriksaan tanpa dipungut biaya, antara lain:

▪︎ Cek tekanan darah

▪︎ Pemeriksaan gula darah

▪︎ Konsultasi gizi

▪︎ Pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut

▪︎ Konsultasi pola hidup sehat

▪︎ Edukasi pencegahan penyakit tidak menular

▪︎ Edukasi pencegahan stunting

Ipuk mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal.

“Silakan konsultasi untuk pencegahan dini. Jangan tunggu sakit,” tegasnya.

Salah satu warga Bangorejo, Purwati, mengaku rutin memeriksakan kesehatannya meski tidak memiliki keluhan. Ia menyadari, pentingnya skrining kesehatan karena memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga.

“Di sini saya bisa konsultasi tentang cara mencegah hipertensi. Alhamdulillah, pelayanannya ramah dan tidak dipungut biaya,” ujarnya.

Kesadaran seperti ini, menurut Ipuk, menjadi indikator keberhasilan perubahan pola pikir masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin.

Data nasional menunjukkan tren peningkatan penyakit tidak menular akibat pola hidup kurang sehat. Dengan mengoptimalkan peran puskesmas sebagai pusat edukasi dan skrining, Banyuwangi berupaya menekan risiko tersebut sejak level paling bawah.

Program Mall Orang Sehat juga menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mendukung program kesehatan nasional, khususnya penguatan layanan primer dan upaya promotif-preventif.

“Saya berharap fasilitas seperti Mall Orang Sehat dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga, sebagai tempat konsultasi dan pemeriksaan kesehatan rutin,” tutup Ipuk. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Program TORA Banyuwangi 2026 Tuntas, Menteri Kehutanan Serahkan SK 160,735 Hektare untuk 26 Desa di 12 Kecamatan
Next Article
Banyuwangi Attractions 2026, Strategi Konsolidasi Warga dan Penguatan Identitas Budaya Daerah

Related to this topic:

Be the first to write a comment.