Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

BKKBN Jateng Sosialisasi Demi Percepatan Penurunan Stunting di Tanggungharjo

GROBOGAN || Bratapos.com – Demi percepatan penurunan stunting, upaya BKKBN Jateng menggandeng Edy Wuryanto, anggota Komisi IX DPR RI untuk melakukan sosialisasi stunting di Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Selasa (16/01/24).
 
Sosialisasi dihadiri oleh 300 peserta yang terdiri dari remaja maupun orang tua  yang merupakan masyarakat sekitar lokasi acara. Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti jalannya acara.
 
“Ayu Ting-Ting rambutnya keriting, cegah stunting itu penting," ungkap Edy Wuryanto yang juga menjadi pembicara untuk memberikan informasi tentang ciri-ciri stunting, gejalanya maupun pencegahan dan pengobatan stuting.  

BACA JUGA : Laporan Dugaan Penyimpangan Dana Desa dan Bantuan Traktor Mencuat, Aparat Diminta Bertindak Tegas dan tangkap pelaku.

Beliau juga didampingi oleh Eka Sulistya Edi Ningsih, perwakilan BKKBN Kabupaten Grobogan serta ada Triana Handayani sebagai tokoh masyarakat Kaliwenang Tanggungharjo.

Indarti Ningsih menjelaskan, jika pentingnya asupan gizi bagi ibu hamil seorang dan bayi. Waktu hamil, seseorang harus mendapatkan gizi yang cukup, tak hanya sang ibu, ketika lahir pun bayi harus mendapatkan Asi Eksklusif selama 6 bulan sejak lahir.

"Setelah 6 bulan, baru diberikan makanan pendamping asi. Waktu menyusui pun sang ibu harus memperhatikan asupan makanan, karena kualitas asi ibu tergantug juga dengan makanan yang dikonsumsi. Sehingga bayi pun mendapatkan asi secara maksimal demi memenuhi kebutuhan tubuhnya. Dan juga untuk menjaga kadar sel darah merah atau hemoglobin," terang Eka Sulistya Edi Ningsih.

Tes Hemoglobin dapat menunjukkan tingkat kesehatan sang ibu. Dimana jika seorang ibu hamil mengalami kekurangan darah atau anemia, sehingga dapat membantu diagnosa kelainan kesehatan, memantau kondisi kesehatan, serta dapat menentukan  asupan apa yang perlu ditingkatkan agar kondisi menjadi normal dan sehat. (Arifin)
 

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Silaturahmi Kesbangpol Kabupaten Tangerang, MCTT Hadir Di Kantor Sekretariat BPP-KTT dan HMMI
Next Article
Kapolres Karimun Berikan Reward Kepada Sepuluh Instansi Vertikal dan Tiga Ormas

Related to this topic:

Be the first to write a comment.