Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

BKKBN bersama Komisi IX DPR RI Sosialisasi KIE Percepatan Penurunan Stunting di Gubug

GROBOGAN || Bratapos.com - Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menggelar kegiatan KIE percepatan penurunan stunting bersama BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana) Provinsi Jawa Tengah di Gedung Kartika Gubug, Grobogan. Minggu (14/01/24).

BACA JUGA : Silpa APBD 2025 Kota Madiun Tembus Rp154 Miliar, DPRD Minta Jadi Evaluasi Serius

Kegiatan ini didasari oleh Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Perpres ini mengatur antara lain mengenai strategi nasional percepatan penurunan stunting, penyelenggaraan percepatan penurunan stunting, koordinasi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan serta pendanaan.

Edy Wuryanto mengatakan, jika 1000 hari pertama kehidupan merupakan hal yang paling penting agar anak tidak mengalami stunting. Dalam 1000 hari tersebut, para orang tua harus memperhatikan suatu tanda-tanda gejala stunting. Baik masih dalam kandungan atau sudah lahir. Pencegahan dari hulu merupakan langkah yang paling efektif hingga mulai menginjak usia remaja. Sehingga remaja tidak boleh kekurangan darah/anemia.

Menikah pada usia matang/ideal juga menjadi faktor mengurangi gejala stunting. Jika remaja melakukan pernikahan dini akan mengalami resiko stunting bagi calon anak tersebut. Karena pinggul sang ibu belum sepenuhnya siap. Kondisi lain adalah perawakan ibu yang pendek, tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, tinggal dilingkungan yang kumuh dan susah akses air bersih.

Iwan Dwi Antoro juga mengingatkan kepada orang tua agar melakukan pemeriksaan rutin ketika sedang hamil. Karena kesehatan sang bayi tergantung dengan kesehatan sang ibu, terutama asupan gizinya. Maka dari itu perlunya memperhatikan pola makan yang sehat.

Nur Rokhim juga menambahkan, upaya-upaya untuk mengobati stunting ialah memberikan nutrisi yang tepat dan lengkap lewat MPASI atau makanan pokok, berupa makanan yang kaya protein hewani, lemak, dan kalori, membawa anak untuk kontrol rutin ke dokter jika ia menderita penyakit kronis, memeriksakan tinggi dan berat badan anak secara berkala, memperbaiki sanitasi di rumah dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mencapai keluarga yang sehat.

"Kegiatan ini ditutup dengan 300 peserta yang diundang," pungkasnya. (Arifin)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Tertarik Cara Banyuwangi Majukan Daerahnya, Pj Walikota Kotamobagu Kunker ke Banyuwangi
Next Article
Kampanye Tertutup Prabowo-Gibran oleh DPC Partai Demokrat Kudus, Dihadiri Ketum AHY

Related to this topic:

Be the first to write a comment.